Showing posts with label Kisah inspiratif. Show all posts
Showing posts with label Kisah inspiratif. Show all posts

Tuesday, February 13, 2018

Kisah-kisah penuh hikmah (9)

TERCELANYA SIFAT ‘UJUB

Suatu hari Muqotil Ibnu Sulaiman duduk dan mengagumi dirinya sambil berkata,”Bertanyalah kamu sekalian padaku tentang semua hal selain ‘Arsy”. Maka seorang laki-laki bertanya: “Saat Nabi Adam Hajji, siapa yang mencukur rambutnya?.” Bertanya pula seorang yang lain: “Usus besar semut ada di bagian depan atau belakang badannya?.”

Muqotil tak tahu harus menjawab apa dan iapun berkata: “Kalian tak mengetahui masalah ini, sedangkan aku mengagumi diriku, karenanya kalian mengujiku”.

JUMLAH ANGGOTA TUBUH MANUSIA

Menurut Kaum Jalainus, lubang tubuh manusia mulai dari otak sampai kaki berjumlah 24 lubang, 7 dileher, 12 dipunggung dan 5 lubang dipantat.Kemudian pada bagian perut dan tulang rusuk terdapat 24 lubang,12 pada sisi kanan dan 12 pada sisi kiri.Sedangkan tulang tubuh manusia berjumlah 248 selain tulang hati dan persendian (tulang sumsum) yang kecilnya hampir sama dengan semut merah.

Sebagian kaum Jalainus yang lain menyebutkan, jumlah tulang tubuh manusia ada 36, lubang tubuh yang terbuka berjumlah 12 yaitu: kedua telinga , mata, lubang hidung, mulut,buah dada, qubul dubur serta pusar. Sedangkan lubang yang mengitarinya jumlahnya tak terhitung.
Menurut Sahal Ibnu ‘Abdillah Al Tastariyy, terdapat 360 urat pada tubuh
manusia yang sebagian diam dan sebagian lain bergerak.

Dalam sebuah hadist, sebagian kaum Jalainus menyebutkan, persendian manusia berjumlah 360 secara terpisah-pisah dan juga 560 otot yang tersusun dari daging dan urat saraf (Hadist marduud menyebutkan terdapat 660 persendian).
.

KEMURAHAN HATI DAN KEDERMAWANAN

Seorang perempuan mendatangi Qois Ibnu Mas’ud dan berkata: “ Tikus-tikus besar dirumahku berjalan diatas debu”. Qois menjawab: “aku akan memanggil mereka, maka mereka akan berlompatan seperti macan”, kemudian Qois mengirimkan banyak sekali biji-bijian kerumah
perempuan itu,karena Qois adalah orang yang dermawan
Dan memang perempuan itu bermaksud mengatakan kepada Qois bahwa dirumahnya tak ada sedikitpun makanan yang bisa dimakan oleh tikus.

KEANEHAN-KEANEHAN KECIL

Tersebutlah seorang raja yang mempunyai seekor kucing yang selalu ada dirumahnya. Jika sahabat-sahabatnya tak bisa mendatanginya padahal ia sangat membutuhkan mereka, maka ia akan menulis sepucuk surat lalu menggantungnya dileher kucing itu untuk disampaikan kepada mereka.

Setelah menerima surat itu, sahabat-sahabat raja akan mendatanginya atau membalas suratnya dengan menggantungkan dileher kucing itu. Kemudian kucing itu pun kembali kepada raja dengan membawa surat balasan.

Jika kucing itu ingin tidur di suatu tempat, maka dia akan mengusir kucing yang lain dari tempat itu dan mengenyahkannya. Wallohu a’lam.

KEBAIKAN TADABBUR

Dikisahkan tentang seorang penduduk Eilah,Luqman Al nauba bin ‘Anaqo’ bin Baruq diberi seekor kambing oleh majikannya untuk disembelih. Dan Sang majikan akan memberikan upah bagian yang paling buruk dari kambing itu kepadanya. Setelah Luqman menyembelih kambing itu, sang majikan memberikan hati serta lidah kambing kepadanya.

Sekali lagi, sang majikan memberi Luqman seekor kambing untuk disembelih dan ia akan memberikan bagian yang paling baik pada Luqman.Setelah Luqman menyembelih kambing itu, majikannya kembali memberikan hati serta lidah kambing kepadanya.

Hal tersebut membuat Luqman bertanya-tanya. Luqman pun berkata pada majikannya ,”Wahai majikanku,tak ada yang lebih buruk dari keduanya jika keduanya buruk dan tak ada yang lebih baik daripada keduanya jika keduanya baik”.

CERITA JENAKA SEBAGIAN CENDEKIAWAN

Dikisahkan dari salah satu golongan tabi’in yang paling agung,Sulaiman bin Mahroon,dari Malik bin Anas ra, yang mana beliau adalah orang yang lembut, cerdas dan humoris.
Suatu hari Hisyam bin Abdul Malik meminta Malik bin Anas untuk menuliskan kemuliaan ‘ustman bin ‘Affan dan keburukan ‘ali bin Abi Tholib. Kemudian Malik bin Anas mengambil kertas yang dibawa utusan itu dan memasukkannya ke mulut kambing, sehingga kambing itu mengunyahnya.

Malik bin Anas berkata, “inilah jawabannya”. Utusan itupun pulang, akan tetepi sebentar kemudian kembali lagi padanya seraya mengatakan “Hisyam bin Abdul Malik akan membunuhku jika aku tidak pulang dengan membawa jawaban di kertas itu”.Utusan itu meminta tolong kepada Malik bin Anas bersama beberapa temannya.

Mereka berkata, “Bebaskanlah utusan itu dari hukumannya!”.
Akhirnya Malik Ibnu Anas mengambil kertas itu dan menuliskan jawabannya,
“ ……..Sekalipaun ‘Ustman memiliki kemuliaan seluruh penduduk bumi, semua itu takkan bermanfaat bagimu, begitu pula jika ‘Ali mampunyai kerendahan seluruh penduduk bumi, itupun takkan membahayakanmu, maka terimalah dirimu apa adanya “. Wassalam.

Sebagian hikayah menceritakan bahwa Aghmas mempunyai seorang isteri cantik yang sedang nusyuz padanya. Kemudian dia memerintah salah seorang muridnya, “ Temuilah istriku dan ceritakanlah kebaikan-kebaikanku ! Barangkali saja ia mau bertaubat dari nusyuznya”.

Pergilah murid itu menemui istri Aghmasy dan berkata padanya: “ Alloh benar-benar telah melebihkanmu dengan menjadikan suamimu junjungan serta guru besar bagi orang-orang. Kepada beliaulah mereka mempelajari ilmu pengetahuan,agama,halal dan haram. Semua orang tunduk kepadanya. Matanya yang telah rabun dan kedua betisnya yang kecil takkan membahayakanmu “.

Mendengar ucapan muridnya, Aghmasypun marah dan membentak muridnya: “hai murid jelek !,aku menyuruhmu untuk menceritakan kebaikan-kebaikanku,tapi kau malah menceritakan kejelekan-kejelekanku padanya !. Semoga Alloh mencelakakanmu. “ Kemudian Aghmasy mengeluarkan murid itu dari rumahnya.

Suatu ketika Aghmasy sedang duduk ditepi sungai dengan memakai jubah dari bulu unta.Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang langsung menariknya dan berkata “Berdirilah kau dan bawa aku pulang dengan perahu ini !”. Kemudian laki-laki itu menaiki Aghmasy, sambil berdoa –Subhanalladzi…………al ayat-. Aghmasypun menggendong laki-laki itu sampai ketengah-tengah perahu kemudian menjatuhkannya sambil berkata “Tuhanku,tempatkanlah aku di tempat yang penuh barokah”.

Kisah-kisah penuh hikmah (8)

Sebab Terbunuhnya Mutabaniy

Diceritakan bahwa Abu Thoyyib Al Mutabaniy pulang dari Paris ke Baghdad bersama pasukan berkuda dengan membawa hadiah yang dihadiahkan oleh panglima Negara.

Seorang perampok menghadangnya kemudian Al-Mutabaniy lari dari mereka. Pembantunya berkata pada, “Apakah kamu akan lari sementara kamu berkata dalam sya’irmu
Segerombolan orang berkuda, malam, padang
Sahara mengenalku begitu juga pedang
Tombak, kertas dan pena
Al-Mutabaniy tidak suka kembali dia dibuuh pada tahun 354. Rumah tersebut menjadi sebab terbunuhnya.

Karena hal tersebut mereka menganggap baik perkataan Al-Khotho’iy dalam

- Aku suka hidup menyendiri dan menetap dalam rumah maka kegembiraan dan kesenangan slalu kudapatkan

- Aku telah diajar oleh zaman, maka aku tidak peduli bepergian aku tak mau dikunjungi juga tak mau berkunjung

- Selama aku hidup aku belum pernah menjadi peminta-minta entah penunggang kuda itu berjalan atau pemimpin itu naik kuda.

Sebab tidak adanya kemajuan selain pada waktunya

Imam Ibnu Jiny membaca dihadapan Imam Abu Ali al-Farisy dan Ibnu Jinly duduk mengajar di Mushola. Pada suatu ari Abu ‘Ali lewat dan melihat lingkarannya Ibnu Jinly kemudian beliau berkata kepada Ibnu Jinly,”kamu menjadi kismis sementara kamu belum matang,” Ibnu Jinly kemudian pergi meninggalkan pelajarannya dan pergi kepada gurunya. Ia tidak meinggalkan guruya sampai ia pandai Rohmatallahu’alaihima.

Ø Masalah latifatun

“Kuda itu sebelum atau sesedah Adam?”
Imam Taqiyyadin As.Subuky rohmatallauta’ala ditanya tentang masalah kuda:
ü Apakah diciptakan sebelum atau sesudah Adam?
ü Apakah kuda jantan diciptakan sebelum kuda betina?
ü Apakah orang arab diciptakan sebelum kuda beban?
ü Apakah ada keterangan dari kitab atau sudah tentang hal tersebut?
“berikan kami fatwa!”
beliau menjawab bahwa:
ü Kuda diciptakan sebelum Adam dengan selisih 2 hari. Beliau mengambil dalil ayat-ayat dan hadist-hadist diantaranya yaitu bahwa kendaraan diciptakan pada hari Jum’at.
ü Kuda jantan diciptakan sebelum kuda betina karena kemuliaan, semangat dan kemafaatannya.
ü Orang Arab diciptakan sebelum kuda beban karena adanya kuda beban itu disebabkan cacat pada ayah atau ibu, karena hal itu dedaknya kuda tidak mendahului yang lainnya.
ü Telah sampai hadist-hadist tentang kemuliaan dan berkah kuda, mecari nafkah dengannya, pelayannya mengusap wajah dan jambulmya, menyentuh matanya, harganya, larangan dari mengebiri dan mecukur jambulya. Dll.

Makhluk pertama yaitu tanah, kemudian tumbuh-tumbuhan binatang, manusia.

Ø Ghoribatun

“Adonan roti tidak bisa bulat dan seterusnya”

Dalam kabar-khabar diriwayatkan bahwa adonan roti tidak bisa bulat dan tidak bisa diletakkan diantara tangan orang yang memakanya samapi dikerjakan oleh 360 pekerja, pertama malaikat Mikail yang mencakar air dari lemari rahmat, kemudian Malaikat yang mengedarkan awan, kemudian matahari, bulan, bintang-bintang, kerajaan udara, hewan melata di bumi dan yang terakhir pembuat roti.

PENDIDIKAN AKHLAQ

Diriwayatkan bahwa sahabat Imam Syafi’I, Robi’ Al Jaiza (W. 250 H), ketika suatu hari berjalan melewati lorong-lorong Kota Mesir, tiba-tiba sebuah tembikar dijatuhkan ke atas kepalanya. Ia pun turun dari kuda dan mengambil tembikar tersebut seraya membersihkan bajunya.

Kemudian seseorang bertanya padanya: “Mengapa engkau tak memarahi orang-orang itu?” Robi’ menjawab: “Orang yang akan masuk neraka dan dilumuri dengan abu,tak pantas baginya untuk marah”.

YANG SEBAIKNYA DIAMALKAN

Disebutkan dalam sebuah hadist, “Apabila kuda salah satu diantaramu terlepas di tanah lapang,berteriaklah -Yaa ‘ibadalloh ikhbasuu- (hai hamba-hamba Alloh tahanlah ia,Red-). Niscaya Alloh ‘Azza WA Jalla akan mengutus seorang penghalang yang akan menahan kuda itu.Dan apabila kuda, teman atau anak-anakmu berperangai buruk,maka bacakanlah ditelinganya ayat –A faghoiro diinillaahi yabghuun…….-“

Diriwayatkan, tersebutlah seorang pemuda yang sedang menunggang kuda,akan tetapi sebentar kemudian kuda itu tak mau berjalan. Dia pun memerintahkan seorang laki-laki untuk membacakan “Qul a’uudzu bi robbil falaq” ditelinga kuda itu. Maka setelah dibacakan ayat itu, kuda tersebut menjadi patuh.

Telah diriwayatkan,barang siapa mengendarai kuda seraya membaca “Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’a ismihii syaiun,Subkhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa..Al aayah,Alkhamdulillahi robbil ‘aalamiin,Wa shollalloohu ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aalihii washokh bihii wasallam”. Niscaya, kuda itu menjawab: “Semoga Alloh senantiasa memberkahimu karena kemukminanmu, kau terasa ringan dipunggungku, kau taat pada Tuhanmu, dan berbuat baik pada dirimu sendiri, semoga Alloh memberkahimu dan memenuhi kebutuhanmu.”

Sebagian ‘Ulama’ mengatakan: “Barang siapa makan dengan lahap lalu khawatir akan sakit perut, maka sebaiknya dia mengusap perutnya 3x sambil mengucapkan: “Al lailatu lailatu ‘iidi Ya Kursyii,Wa ridhiyallohu ‘an sayyidi Abii ‘Abdullohi Al Qursyiyy (Wahai perutku,Malam ini adalah malam hari raya bagiku,dan semoga Alloh mencurahkan ridho atas junjungan Abii Abdulloh Al Qursyi Red) 3x.

Niscaya,berkat izin Alloh makanan itu takkan membahayakannya.

KEBAIKAN FAQIR DAN KEBURUKAN KAYA

Alloh berfirman kepada Nabi Musa as: “Ketika kau merasa kefaqiran akan menimpamu, maka sambutlah dengan rasa cinta dan tanda-tanda orang sholikh.Dan ketika kau melihat kekayaan didepan matamu, ucapkanlah: “kekayaan adalah dosa yang cepat siksanya di dunia.”
Ketahuilah, tatkala didunia Alloh memberikan balasan pada seorang hamba atas kemaksiatannya, maka sesungguhnya, Alloh mendekatkan hamba itu kepadaNYA secara bertahap”.

Kisah Agung Saat Kelahiran Serta Wafatnya Nabi Isa as.
Tersebut dalam sebuah riwayat,Dewi Maryam, ibu dari NabiIsa as, telah mengandung Nabi Isa saat beliau berumur 13 tahun.Kemudian beliau melahirkan Nabi Isa di Bethlehem,AS.
Alloh menurunkan wahyu pada Nabi Isa saat beliau berusia 30 tahun dan mengangkatnya ketika berusia 33 tahun. Sedangkan Dewi Maryam masih hidup selama 66 tahun sesudah masa itu.

Kisah-kisah penuh hikmah (7)

Burung Nasar dan Ikan Paus ketika turun dari surga “

Diceritakan bahwa ketika Nabi Adam diturunkan dari surga ke bumi, tak ada satu makhlukpun di bumi selain burung nasar di daratan dan ikan paus di laut. Burung nasar berlindung dan bermalam di samping ikan paus.

Ketika burung nasar melihat Nabi Adam, burung nasar mendatangi ikan paus dan berkata, “ Hari ini aku menemukan orang yang berjalan dengan kakinya dan bertindak dengan tangannya dibumi”. Ikan paus berkata,” Jika kamu benar, maka tidak ada tempat berlindung bagi kita tidak di daratan, tidak pula di lautan”. Sejak saat itu mereka berpisah.

Sebagian Pertanyaan yang mengagumkan

Telah diceritakan bahwa ada seorang pemuda mendatangi Imam Haromain. Dia mengadukan bahwa dia mempunyai uang 1000 dinar. Dia duduk di samping Imam Haromain. Kemudian beliau bertanya, “ Apakah Sang Pencipta ‘Azza Wa Zalla mempunyai arah ?” Beliau menjawab, “ Allah maha luhur dari hal tersebut ”. Hadirin kembali bertanya, “ Apadalil Anda ?” Beliau menjawab”. Sabda Rasulullah Saw. Ynag berbunyi : “ Janganlah kalian melebihkan aku atas Yunus bin Mata. ” Kemudian hadirin bertanya, “ Apa pedoman hal tersebut ? “ Beliau mejawab Aku tak akan mengatakan pedomannya kepada kalian sampai kalian memberi uang 1000 dinar kepada tamuku yang diunakan untuk membayar hutang”. Kemudian 2 orang pemuda dari mereka melaksanakan hal tersebut Imam Haromain kemudian menjelaskan, “ Ketika Nabi Saw.

Sampai di permadani yang luhur beliau berhenti saat mendengar suara pena yang menulis takdir-takdir, 2 orang pemuda menyelamatkan tamuku degan sesuatu yang mereka menyelamatkannya dan Imam Haromaindi beri wahyu sesuatau yang diwahyukan, maka tidak ada yang lebih dekat dengan Allah dari pada Yunus As. Yang berada di perut Ikan paus dalam gelapnya malam.

Kekuasaan Allah Ta’ala

Diceritakan bahwa Nabi Sulaiman As. Memohon kepada Allah Ta’ala untuk mengizinkannya menjamu semua binatang selama 1 hari dan Allah mengizinkannya. Kemudian beliau mengumpulkan makanan dalam waktu yang lama lalu memohon kepada Allah Untuk memenuhi JanjiNya dan Allah mengabulkanNya. Kemudian seekor Ikan Paus muncul dari laut dan memakan semua makanan lalu berkata kepada Nabi Sulaiman As, “ Beri aku tambahan wahai Nabi sulaiman ! Sesunggunya aku belum kenyang”.

Beliau menjawab, “ Tidak ada lagi sesuatu yang tersisa di sampingku. Apakah setiap hari 3 kali lipat dari ini ? “ Jawab ikan paus, “Rizkiku setiap hari 3 kali lipat dari ini, akan tetapi pada hari ini Allah tidak memberi aku makanan kecuali makanan ini dan aku akan kelaparan untuk sisa hari ini jadi hendaknya kamu merendahkan diri karena ternyata kamu tidak bisa menjamu aku”.

Wahai saudaraku lihatlah sempurnanya kekuasaan dan luasnya anugrah Allah Ta’ala Nabi Sulaiman dengan kekuatan kerajaan dan kekuasaannya kalah dengan kekuatan seekor binatang.

Allah Ta’ala mengkhususkan binatang dengan memberi makan bukan yang lainnya karena ada sifat-sifat Allah dalam hal tersebut. Jika Allah meninggalkan binatang tanpa kekuatan maka mereka akan menuntutnya. Sebagian dari hikmah yang mengagumkan Allah Ta’ala menjadikan kebutuhan hewan akan kekuatan sebagai sebab tidak adanya tuntutan. Allah adalah Dzat Yang Maha Adil dan Mengetahui.

“ Jenis-jenis Makhluk “

Telah sampai di dalam hadist bahwa Allah menciptakan jin menjadi 3 jenis :

1. Jin yang menyerupai ular
2. Jin yang menyerupai kala jengking dan kumbang bumi
3. Jin yang menyerupai angin.

Dan menciptakan manusia menjadi 3

1. Manusia yang menyerupai binatang, mempunyai hati tapi tidak digunakan untuk berfikir, telinga tapi tidak digunakan untuk mendengar, dan mata tapi tidak digunakan untuk melihat.
2. Mausia yang berbadan manusia dan berarwah setan
3. Manusia yang seperti malaikat dibawah naungan Allah pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya

Isyaroh yang baik dan lembut

Diceritaka bahwa iblis berkumpul dengan Yahya bin Zakariya. setan berkata kepada Yahya bin Zakariya, “Aku aka memberi nasihat kepadamu” kemudian beliau mejawab “Aku tidak menghendakinya tetapi kabarilah aku tentang keadaan-keadaan Bani Adam di samping kalian.” Setan mejawab “Di samping kami mereka terbagi menjadi 3 golongan”

1. Golongan yang paling kuat bagi kami. Karena kami menimpakan fitnah dalam agamanya kemudian meguasainya, tapi kemudian mereka meminta tolong pada istighfar seingga kami putus asa dan tidak berkuasa atasnya. Bersamanya kami berada dalam kesukaran dan kesusahan.
2. Golongan seperti kamu yang terjaga dari kami. Kami tidak brkuasa sedikitpun atas mereka.
3. Golongan yang ditangan kami seperti tali yang kami permainkan sesuka kami

“Keistimewaan Burung Layang-layang”

Ketika Nabi Adam di turunkan ke bumi mereka mengadukan kesepianya. Kemudian Allah menghiburnya dengan burung laying-layang dan menetapkannya di rumah-rumahsebagai penghibur bagi kami adam bersamanya terhadap ayat-ayat dari kitab Allah Ta’ala yaitu sampai akhir surat dan suarannya dipajangkan pada al’azizulkhakim.

“Pakaian Nabi Isa as”
Diceritakan bahwa ketika Allah menaikkan Isa as. Allah memakaikan bulu burung dan cahaya dan memutus rasa butuh akan makanan, kemudian Nabi Isa as terbang bersama malaikat di sekitar arsy.

Kisah-kisah penuh hikmah (6)

Tentang memuliakan tamu

Keajaiban : sebagian orang soleh berkata: paham adat kami tidak ada menengok wanita lanta aku mendengar wanita soleh yang berada di sana yang terkenal kemulia’annya lantas aku ingin sekali untuk pergi menengoknya untuk melihat kemulia’annya dia mempunyai kambing yang di peras susunya dan madu ketika aku sampai di desa di mana dia tinggal aku membeli gelas , lantas aku mendatanginya aku bersalam kepadanya lalu aku berkata kepadanya : aku ingin melihat kemulia’an pada kambingmu ,

Dan wanita itu menjawab dengan senang hati dan sampailah aku pada kambing itu lalu aku memeras susudan madunya serta meminumnya setelah aku melihat hal itu akumerasa kagum dan menanyakan kepada wanita itu , dan wanita itu menjawab : aku hanya memiliki seekor kambing yang diperas susunya untuk anak dan aku tidak memiliki apa apa . lantas tibalahhari raya dan dia berkata (ba’du solikhin ) / (marah )suamiku hendak menyembelih kambing ini di hari ray lalu akuberkata kpadanya jangan kamu lakukan

Jawaban yang baik

Al Mu’tashim pergi untuk mengunjungi Khoqqon, sementara Fath bin Khoqqon adalah anak kecil yang berada di sampingnya. Khalifah Al Mu’tashim beratanya kepada Fth bin Khoqqon, “ manakah yang lebih baik ? Rumah Amirul Mukminin atau rumah ayahmu ?”

Fath bin Khoqqon menjawab,” Rumah ayahku selama di dalamnya lebih baik dari pada rumah Amirul Mukminin”. “ Kemudian Al Mu’tashim memperlihatkan sebuah kismis di tangannya dan bertanya,” Hai Fath, apakah kamu melihat sesuatu yang lebih baik dari pada kismis ini ? Fath bin Khoqqon menjawab,” Ya, yaitu tangan yang di dalamnya terdapat kismis”.

Faedah “ Perbedaan antara Buhtari dan Bukhtary”

Buhtary dengan ha’ tidak bertitik adalah penyair terkenal. Bukhtary dengan kho’ bertitik adalah Qodhi Madinah Rasul Daw. Dan walikota Baghdad sesudah Abi Yusuf, sahabat Imam Abu Hanifah. Beliau meninggal pada tahun 180 pada masa kekhalifiahan Al Makmun

Mencari kebaikan dengan Isyaroh

( Nuktatun ) Diriwayatkan bahwa Ibnu “Unain dam Ibnu Malik Al Mudahoffar, penguasa kota Damsyiq bersahabat. Ibnu ‘Unain demam keudian dia menulis surat kepada Ibnu Malik Mudhoffar :

Dia selalu melihatku dengan pemandangan sebagaimana pandangan raja yang suka berdermawan dan mendapatkan tanpa harus mengambil balas.

Aku seperti orang yang aku membutuhkan apa yang dibutuhkan orang itu. Jadi aku akan menjarah pahala dan pujian yang sempurna.
Kemudian Ibnu Malik datang sendiri dengan membawa uang 300 dinar dan berkata kepada Ibnu ‘Unain, “Ini adalah shilah dan aku ‘a-idnya”.

Ini adalah pendapat cerdas dan pemahaman Ibnu Malik sekiranya dipahami bahwa alladzi adalah isim mausul yang membtuhkan shilah dan ‘a-id. Dia menyerupakan dirinya dengan hal tersebut, jadi shilah adalah sesuatu yang menghubungkan Ibnu ‘Unain dan Ibu Malik, dan ‘a-id kembali pada isim mausul dengan perantara shilah dengan berulang kali atau dengan perantara kunjungan kepada orang sakit. Wallohua’lam

Ø Nuktatun

“ Sebab sebab Kecocokan ”

Malik bin Dinar berkata,” 2 orang tidak bisa cocok dalam pergaulan kecuali terhadap sifat sejenis diantara keduanya. 2 jenis burung juga tidak bisa cocok kecuali seperti itu. Suatu hari Malik bin Dinar melihat merpati dan gagak. Dia heran akan kecocokan mereka dengan perbedaan sejenisnya. Ketika berjalan ternyata merka pincang, malik bin Dinar berkata, “ Inilah sumber kecocokan mereka karena semua manusia tidak suka, kecuali pada yang serupa dan semua burung tidak suka kecuali pada yang sejenis. Jika tidak sejenis maka pasti berpisah, seperti perkataan penyair.

- Ada orang bertanya, “ Bagaimana kalian berdua berpisah ? maka aku mengucapkan perkataan yang mengandung keadilan.

- Dia bukan dari golonganku maka aku meninggalkannya. Manusia itu bermacam-macam.

Kisah-kisah penuh hikmah (5)

TENTANG KEAJAIBAN KETIKA NABI ( KHIDIR ) DILAHIRKAN

Dikisahkan ketika kelahiran ( khidir ) Nabi Muhammad SAW. Ada seseorang yang bertanya kepada orang lain : “ Seumur hidupmu apa yang membuatmu kagum?”.

Maka orang tersebut menjawab: “ Yang membuatku kagum adalah ketika aku melewati sebuah daerah yang sunyi dan tandus, kemudian aku meninggalkannya selama 500 tahun. Setelah itu aku kembali lagi ketempat itu, dan aku melihat kota tersebut berubah menjadi klota yang megah, indah serta dipenuhi dengan pepohonan dan sungai yang mengalir………

Tentang keutama’an adil dan menjauhkan hasad

Di beritakan “ bahwasanya kholifah Al ma’mun mendengar kabar tentang adilnya raja kisro ‘Al ma’mun berkata sampaikan bahwa bumi tidak akan menyaiksa jasadnya ratu yang adil aku menyangka bahwa akumengetahui tentang hal itu adalah hak raja kisro lantas dia mengunjunginegara kisro lalu dia menggali kuburan raja kisro dan masuk ke dalamnya membuka wajahnya (lalu dia melihat )ternyata dia masih dalam keada’an bagus dan pakaian yang menempel di jasadnya juga masih utuh . dan melihat cincin dari yakut merah yang di jari raja kisro yang tidak di miliki oleh raja – raja sepertinya . dan al ma’mun mendapati ( pada raja kisro terdapat ) tulisan berbahasa Persia seketika itu al ma’mun merasa kagum dan dia berrkata bahwa orang ini adalah orang majusi , seorang penyembah api dan Allah tidak menyia- nyiakannya atas apa yang telah di perbuatnya yaitu berbuat adil kepada rakyatnya . kemudian al ma’mun memerintahkan untuk menutupnya dengan sutra yang berlapis emas dan mengembalikannya ke liang kubur seperti semula, al ma’mun memiliki pembantu kusus? Dan al ma’mun lalai lantas pembantuitu mengambil cincin itu , ketika Al ma’mun mengetahui hal itu lantas ia menghukum pembantunya dengan sribu cambuk dan membuangnya kelereng bukit dan mengembalikan cincin itu ke jari raja kisro seperti semuladan dia berkata :sesungguhnya pembantu ini ingin memperlihatkan kepada kita diantara raja- raja dari ‘ajam sampai akhirnya mereka berkata Al ma’mun menggali kubur lanta al ma’mun memerintahkan untuk menuangkan timah pada makam raja kisro sehingga tidak dapat di buka lagi .

Tentang asal adanya kitab 1001 satu malam

Dikisahkan : Bahwa ada seorang raja dari raja- raja Persia ketika menikahiwanita dan menggaulinya dimalam harimaka dia akan membunuh wanita itu di pagiharinya lantas dia menikahi seorang gadis dari beberapa gadis itu ada yang ada yang memiliki ke cerdasan dan cantik ketika gadis itu mendatangi, maska gadis itu menyambutnya dengan mengigaudari ucapan –ucapan orang yang mengigau maka selamatlah dia di malam itu sampai akhir nya fajar tiba maka dan sirnalah pengharapan raja untuk mengharapkan kesempurna’an di malam itu ketika datang malam berikutnya sang raja meminta kesempura’an malam pada gadis itu dan hal iniberjalan selama 1001 malam dan selama itu pula sang raja menjima’ istrinya sampai akhirnya sang istri mengandung anak sang raja dan sang istri memperlihatkan anaknya pada sang raja dan menimangnya dan istrinya membritakan kea’adnnya kepada raja ,dan raja memikirkannya sampai akhirnya raja bersumpah kepadanya.
Setelah itu sang raja menuliskan sebuah nama padaselembar kertas Semua itu adalah kebohongan besar sebagian ulama berkata bahwa / ? / adalah suatu asal kemunculan dongeng /takhayul di tanah Persia wallahu Abdullah bin 'umar’lamu
146 .

Dalam ikhlas dalam berbuat untuk meraih ridlo Allah
Di ceritakan bahwa Ali memukul jatuh laki laki pada sebagian peperangannya dan dia duduk di atas dadanya untuk memenggal kepala laki-lakiitu lantas laki- laki itu meludaih wajahn Ali lantas Ali meninggalkanya , lantas Ali ditanya tentang kejadian itu dan Alimenjawab dia telah meludaih wajahku ,aku takut jika aku membunuhnya kalap karna kejadian itu dan aku tidak mau membunuh kecuali ikhlas karena Allah .

HAL-HAL YANG TERJADI PADA IBU NABI MUHAMMAD SAW SEBELUM MELAHIRKAN

Telah diriwayatkan, bahwa Dewi Aminah yaitu ibunda Nabi Muhammad SAW beliau bermimpi bertemu dengan seseorang yang berkata: ‘’sesungguhnya Kamu telah mengandung seseorang (rajanya) makhluk dan sebaik-baiknya isi bumi.
Maka ketika Dewi Aminah melahirkan dinamainya anak tersebut dengan nama Muhammad dan ditemuinya bayi tersebut dalam keadaan yang sempurna. Dewi Aminah berkata: ‘’Ketika Aku sadar Aku melihat disamping kepalanya terdapat papan nama yang terbuat dari emas dan bertuliskan:
Aku berlindung kepada tuhan untuknya dari kejahatan, setiap orang yang dengki dan setiap makhluk yang jadi mata-mata dari yang lemah dan yang kuat. Dan setiap jin yang akan membawa ke sesuatu tempat pada jalan kedurhakaan .

Saya mencegah mereka darinya dengan Allah yang luhur .
dan menjaganya dari mereka dengan tangan yang luhur dan terbuka, kekuasaan Allah diatas kekusaan mereka ( manusia ) . Penghalang Allah tanpa memusuhi mereka .

Mereka tidak memukul dan menyesatkannya baik di waktu malam ataupun siang , berkedudukan atau tidak dalam sehari semalam selama beberapa hari , ketika melahirkan saya mendengar orang yang memanggil dan berkata :” Lahirnya Nabi Muhammad menyebabkan munculnya semua bumi , lahirnya para Nabi , Beliau diperlihatkan kepada semua jenis-jenis yang bernyawa yaitu manusia, jin, malaikat, burung dan binatang liar, Beliau diberi sifat penciptaan Nabi Adam, pengetahuan Nabi Syis ,keberaniaan Nabi Nuh , kasih saying Nabi ibrahim , kefasihan bicara Nabi Isma’il, Keridhoan Nabi Ishaq,kepasihan orang sholeh , kebijakan Nabi Luth, kesosialan Nabi Ya’qub, ketampanan Nabi Yusuf, kekuatan Nabi Musa , kesabaran Nabi Ayub, ketaatan Nabi Yunus ,perjuangan Nabi Yusya’ , suara Nabi Daud, kecintaan Nabi Daniel, kewibawaan Nabi Ilyas , kehati-hatian Nabi Yahya, kezuhudan Nabi Isa, dan semua akhlaq para nabi ditancapakan pada Beliau.

TENTANG KEUTAMAAN SHODAQOH


Telah diriwayatkan Abdullah bin Mubarak, beliau memasuki kota Kuffah hendak berhaji, beliau melihat seorang wanita yang mencabuti itik diatas tempat pembuangan kotoran, kemudian Dia mengira bahwa itik tersebut sudah menjadi bangkai.
Kemudian Abdullah berkata pada wanita tersebut: ‘’Hai wanita, apakah ini bangkai atau hewan yang disembelih?’’.

Wanita itu menjawab: ‘’Ini bangkai, dan Saya bermaksud memakannya untuk mencukupi nafkahku.

Kemudian Abdullah berkata lagi: ‘’Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bangkai dan Kamu (wanita) di negara atau daerah ini malah memakan bangkai tersebut.
Kemudian wanita itu berkata lagi pada Adullah: ‘’Pergilah dariku’’. maka tidak henti-hentinya Abdullah sehingga kembali kepada wanita tersebut.
Maka wanita itu berkata lagi kepadanya: ‘’Saya memiliki beberapa anak dan mereka tidak menemukan makanan selama sebulan’’.

Lalu Abdullah pergi hendak membawa makanan, pakaian dan lain-lain berikut bagolnya.

Kemudian Abdullah datang kembali beserta bagalnya kerumah wanita itu seraya beliau berkata: ‘’Ini sedekah berupa pakaian dan makanan, ambillah pula olehmu bagol itu.
Setelah itu Saya melakukan haji sampai selesai. Sehingga para jama’ah haji pulang ke negaranya masing-masing, kemudian orang-orang pada mengunjungi mereka dan merasa senang atas hajinya.

Kemudian Abdullah berkata kepada orang-orang bahwa dirinya tidak melakukan haji pada tahun ini. Lalu ada seseorang berkata: ‘’Maha suci Allah bukankah Aku menitipkan kepadamu nafkahku dan Kita pergi bersama lalu aku membawanya dengan sepengetahuanmu?’’.

Berkata tiga laki-laki yang lain: ‘’Tidakkah Kamu memberi air di tempat itu?’’. Berkata tiga laki-laki yang lain
lagi : ‘’Apakah Kamu tidak membeli ini itu?’’.

Kemudian Abdullah berkata pada mereka: ‘’Saya tidak mengerti apa yang Kalian ucapkan ‘’, dan Saya tidak melakukan haji pada tahun ini.
Pada suatu malam beliau bermimpi bertemu dengan seseorang yang berkata: ‘’Hai Abdullah, sesungguhnya Allah telah menerima sodhaqohmu dan Allah telah mengutus Malaikat atas dirimu untuk melakukan haji.

Kisah-kisah penuh hikmah (10)


Ja’far Shodiq bergelar Al Shadiq

Alkisah, Ja’far Shodiq bergelar Al Shadiq karena kejujuran beliau dalam menuliskan silsilah nasabnya dikulit Ja’far (unta), yang menyebabkan ia dinasabkan padanya, berbeda dengan orang yang menasabkannya pada leluhur-leluhurnya.

Tulisan itu juga berisi hal-hal yang dibutuhkan oleh keturunan-keturunannya sampai hari kiamat, pembahasan tentang ilmu kimia dan sebagainya.

Termasuk juga wasiat-wasiat beliau kepada putranya, Musa Al Kadzim, antara lain ;

Ø “Barang siapa rela akan ketetapan Alloh untuknya,dia adalah orang yang kaya sedangkan orang yang membiarkan matanya melihat kelebihan orang lain maka, dia adalah orang miskin”,
Ø “Barangsiapa tidak ridho atas ketentuan Alloh padanya maka, ia adalah orang yang meragukan kepastian Alloh”,
Ø “Barangsiapa yang membuka aib orang lain niscaya, akan terbuka pula aibnya”,
Ø “Barangsiapa menghunus pedang pengkhianatan maka, ia akan terbunuh dengan pedang itu”
Ø “Barangsiapa menggali sumur untuk mencelakakan oranglain,terjerumus pula ia kedalamnya”,
Ø “Barangsiapa merendahkan orang bodoh, maka ia adalah orang yang hina”,
Ø “Barangsiapa berkumpul dengan para ‘ulama, mulialah ia”,
Ø “Barangsiapa memasuki tempat-tempat tercela,iapun disangka tercela”,
Ø “Barangsiapa meremehkan kesalahan diri sendiri, pasti membesar-besarkan kesalahan orang lain”.

Ibnu Syibromah bercerita,” Suatu hari aku dan Abu Hanifah menemui Ja’far Shodiq.
Ibnu Syibromah : “ Laki-laki ini (Abu Hanifah ) adalah salah satu Fuqoha’ tanah Iraq “.
Ja’far Shodiq : “ Jangan-jangan dia adalah orang yang mengukur agama dengan
pemikirannya. Apakah dia Nu’man Ibnu Stabit?”.
Ibnu Syibromah :Terdiam karena tak mengetahui nama laki-laki itu (abu Hanifah).

Abu Hanifah : “ Benar aku adalah Nu’man Ibnu Stabit, Ashlahakallahu.”
Ja’far Shodiq : “ Bertaqwalah kau pada Alloh dan janganlah kau ukur agama dengan pemikiranmu, karena makhluq yang pertama kali melakukan hal itu adalah iblis saat dia mengatakan bahwa dia lebih baik dari Adam. Iblis telah membuat kesalahan dan tersesat dengan pemikirannya itu. Apakah pantas jika kau lebih menghargai tubuhmu daripada kepalamu ?”.
Abu Hanifah ; “ Tidak”.

Ja’far Shodiq : “ Beritahukan padaku, kenapa Alloh menjadikan rasa asin di kedua mata, rasa pahit di kedua telinga, air di hidung dan rasa manis di kedua bibir?”.
Abu Hanifah : “Entahlah”.
Ja’far : “Alloh menjadikan semua itu sebagai anugrah bagi hamba-hambanya, kedua mata adalah lemak yang jika rasanya tidak asin pasti akan meleleh,telinga untuk memimpin,jika rasanya tidak pahit maka kau pasti akan memakannya, sedangkan hidung untuk menghirup udara bersih atau kotor,jika tak ada air didalamnya niscaya takkan tercium bau,
sedangkan bibir untuk makan, jika didalamnya tak ada rasa manis pasti tak akan tercipta kenikmatan.
Ja’far : “Beritahukan padaku, kalimat yang awalnya syirik tapi akhirnya iman”.

Abu Hanifah : “Aku tak tahu”.
Ja’far : “Hiya laa ilaaha illalooh. Dan manakah yang lebih berdosa, membunuh atau berzina”.
Abu Hanifah : “Membunuh, sebab Alloh menerima dua saksi dalam pembunuhan sedangkan dalam perzinahan hanya menerima lebih dari empat saksi”.

Ja’far : Terdiam sesaat kemudian berkata, “Manakah yang lebih utama antara puasa dan sholat?”
Abu Hanifah : “Sholat. Oleh sebab itu Alloh mewajibkan perempuan yang haidh untuk mengqodho puasanya tetapi tidak mewajibkannya mengqodho sholat.

Ja’far : Terdiam sebentar kemudian berkata lagi,”Hai anak muda, bertaqwalah kepada Alloh dan jangan berbicara tentang masalah agama menurut pemikiranmu sendiri, karena suatu hari kita akan menghadap Alloh seraya berkata –Alloh berfirman seperti ini, Rosuluuloh bersabda seperti itu sedangkan kau dan teman-temanmu mengurangi dan menambahi dengan pemikiran kalian. Alloh memperlakukan kita dan kamu semua sesuai dengan kehendakNya”.

Ibnu Syibromah berpendapat bahwa penambahan saksi dalam perzinahan bertujuan untuk menutupi perzinahan tersebut, sedangkan gugurnya kewajiban sholat bagi perempuan haidh disebabkan karena terlalu banyak serta berulang-ulangnya sholat, sehingga terdapat keringanan didalamnya.

Kerinduan seorang pemuda dan peristiwa penyerahan hajar aswad tidaklah terjadi selain pada Nabi Muhammad SAW.

Disebutkan dalam kedua syair :

Kerinduan seorang pemuda pada sang Nabi yang menggebu gebu, membuatnya berulang kali bersenandung layaknya domba yang bunting
Maka sang Nabi bergegas memeluknya hingga ia merasa gembira karena saat itu,
Semua orang dalam masa hidupnya mempunyai kenangan yang tak mungkin kembali.

KEWAJIBAN PENGUTUS DAN UTUSANNYA

Menurut Yahya Al Barmakiy, 3 hal yang menunjukkan kecerdasan seseorang adalah hadiah, tulisan, dan utusan.
Abu Al Aswad Al dauli, pernah mendengar seseorang bersenandung :
Jika kamu menjadi pengutus, maka utuslah orang yang bijaksana dan janganlah berwasiat kepadanya
Abu Al Aswad berkata “ Orang yang mengatakan semua ini benar-benar telah membuat kesalahan, bagaimana mungkin seorang utusan dapat mengetahui sebuah rahasia jika kau tak memberitahukan padanya, dan bagaimana mungkin dia bisa mengetahui keinginanmu?”, kemudian Abu Al Aswad bersyair :

Apabila kau mengutus seseorang untuk suatu urusan, berilah ia pengertian dan utuslah dengan sopan
Janganlah kau lupa memberi wasiat padanya tentang urusan itu, jika ia bukanlah orang yang cukup cerdas,
Jika wasiat itu hilang, janganlah kau memarahinya, karena dia bukanlah orang yang mengetahui rahasia itu.
Imam Jamaludin Al Asnawi berkata ; “guruku Abu hibban menyenandungkan kepadaku, syair dari Al hafidz Radhiyudin Abdullah Al Sathobi dari Abu Al Rabi’ Sulaiman Almarhum dari Abu Abdillah Rafi’ dari Abu Al Qasim Ibnu Husain dari Abu Abdillah Al Ghorri:

Hai pemuda, tidakkah kau berbaik hati,pada jiwa-jiwa yang lelah karena cinta
Kau tulis selembar kertas dengan ukiran bunga mawar melati,Ambillah dengan penuh rasa kasih,
Penolakanmu telah mencegahku untuk mengambilnya,sedang bisanya telah meracuniku,
Hai pemuda, sungguh indah jika ia bicara,dan aku tak pernah tersakiti oleh kata-katanya,
Ku katakan padanya,kau adalah orang yang mulia dimataku, dan kata-katamu sangat menyejukkan,
Hingga dipuncak kegersangan, dan tak pernah menyinggungku,
Saat dia melihatku bagaikan orang mati, maka aku mengaguminya,
Diapun berkata,”Banyak kekasih sungguh telah membuatku menderita,
sedangkan cintanya padaku telah menyiksaku,

Semoga Alloh mengasihinya karena aku telah membunuhnya,
Entahlah, aku tak tahu siapa yang akan menjawabnya

Tentang tidak adanya kemungkinan terbebas dari kematian

Diceritakan dari Wahab bin Marbah.
Alla mewahyukan kepada Nabi Ibraim bahwa mempersiapkan bekal dari kebahagiaan di duia dilihat sebagai keagugan, kemudian Nabi Ibrahim mencari dan berjala sammpai dibibir pantai. Tiba-tiba dia bertemu dengan seorang budak itam yang menggembala kambing.

Nabi Ibrahim : Wahai pemuda apaka kamu punya arak atau susu?

Pemuda : Aku punya s emua yang kau inginkan

Nabi Ibrahim : Berilah aku air minum
Pemuda itu pergi dengan membawa tongkat sampai pada batu besar.

Pemuda itu berkata “aku sengaja mendatangimu wahai batu dengan hak cholilurrohmah kecuali apa yang muncul kepadaku adalah mata air.
Kemudian pemuda itu memukul batu dengan tongkatny, dengan kuasa Alla muncullah mata air. Pemuda itu mendatangi Nabi Ibrahim dengan membawa ir, Nabi Ibrahim meminum air tersebut, Nabi Ibrahim melihat pemuda ini:

Pemuda : Terkejutkah kamu dengan hal ini ?

Nabi Ibrahim : Bagaimana aku tidak terkejut, aku belum perah melihat seperti ini sebelumnya.

Pemuda : Aku akan meceritakan keajaiban ini. Allah akan mendatangkan aku kekasih kalangan Nabi dan aku tidak meminta kepada Tuhanku sesuatu dengan hak kekasih itu kecuali apa yang diberikan Tuhan kepadaku.

Nabi Ibrahim : Akulah kekasih itu
Pemuda : Anda kekasih itu
Nabi Ibrahim : Ya

Pemuda itu berteriak dengan senangnya, kemudian pemuda itu mati ditempat itu juga.

Allah menurunkan dari langit tongkat yan terbuat dari cahaya, kemudian tongkat itu mernggut mayat tersebut dan Nabi Ibrahim tidak tau apakah langit mengangkatnya atau bumi menelannya. Nabi Ibrahim berjalan hingga mendaki gunug, tiba-tiba ada sebuah rumah yag mempunyai penjaga pintu yan kedua mata masing-masing penjaga merah, masuklah Nabi Ibrahim dalam rumah itu, didalamnya ada sebuah ranjang yang diatasnya tergeletak mayat laki-laki dan 70 puteri, diatas kepala mayat aada papan yang bertuliska, Aku adalah Syadad bin ‘ad, aku menggembala selama 1000 tahun, mengalahkan 1000 tentara,dan memperistri 1000 perawan, putraku 1000. Aku membangun kota Iskandariyah, ketika kematianku dengan sekawanan kambing dan berkumpullah para Tabib-Tabib seluruh penjuru bumi kerajaanku, mereka (sekawanan kambing) tak kuasa menahanku dari kematian, kemudian siapaun yang melihatku niscaya ia tak akn tergetar ole mewahnya dunia.

Orang itu berkata : Wahai manusia kalian menyepelekan dunia atas diri kalian semua, sesungguhnya kalian tidak memiliki lebih banyak apa yang aku miliki, dan tidak menghidupi lebih banyak dari apa yang aku hidupi, da kalian tidak megumpulkan (harta) lebih banyak dari apa yang aku kumpulkan, dan kalian tidak merizkikan anak cucu kalian lebih banyak dari apa yang aku rizkikan. Ingatlah dunia itu penipu, pembuuh, dan mempermain ahlinya.

Kemudian Nabi Ibrahim keluar dari tempat itu, kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi Ibrahim. Allah berfirma kepada Nabi Ibrahim bagaimana pengamatanmu? Nabi Ibrahim menjawab Tuhanku aku melihat hal itu sebagai hal yang mengagumkan. Allah berfirman kembalilah wahai Ibrahim, sesungguhnya keajaiban-keajaiban itu banyak, tidak kekuatan bagimu utuk melihatnya (keajaiban-keajaiban).

Tak bisa lari dari kematian

Alkisah pada awal zaman seorang Raja dari kerajaan ‘ad’at didatangi malaikat maut yang akan mencabut nyawanya.

Raja : Siapakah Anda?
Malaikat maut : Aku malaikat maut yang datang utuk mecabut nyawamu.
Raja : Aku mohonkan kepadamu untuk meundanya 7 tahun lagi, kemudian aku akan kembali pada kematian.
Kemudian Allah mewahyukan kepada Malaikat maut:”Katakanlah padanya aku menudanya”. Kemudian Malaikat maut bercerita kepada Taja tersebut tentang Wahyu Allah tadi dan Malaikat mautpun pergi dari hadapannya.
Raja memerintahkan untuk membangu benteng kokoh untuknya dan disekeliling benteng dibuat parit.
Raja uga memrintah untuk membagu dinding dari batu, dan dipasang pintu-pintu yang terbuat dari besi dan tima, dan benteng yang diberi pagar yang besar yang membentenginya dari kematian. Raja berkata kepada penjaga-penjaga pintu dan pengawalnya “janganlah kalian meninggalkan seorang yang menghadapku selamanya”.
Ketika masa penundaan telah selesai, datanglah malaiakt maut, Raja meliat malaikat maut.

Raja : Darimana Anda datang dan darimana Anda masuk?siapa yang memasukkan Anda?

Malaikat maut : Penjaga rumah ini yang memasukkanku.

Raja memanggil pengawal dan penjaga pitunya. Raja berkata:”Jangan kalian meninggalkannnya sampai menghadapku’, pengawal dan penjaga pitu bersumpah: bahwa merekan tidak meninggalkannya dan meliatnya, mereka juga tidak melihat seorangpun. Pintu-pintu ini terkunci dan kuncinya kami jaga. Malaikat mautpun merkata kepada Raja bahwa pejaga rumah ini tidak membutuhkan tembok dan tembok tidak membantah perintahnya.

Rajapun berbicara pada Malaikat maut.
Raja : Apa yang Anda lakukan disini?
Malaikat maut : Mencabut nyawamu.

Raja : Haruskah?

Malaikat maut : Ya

Raja : kemanakah aku ketika nyawaku dicabut?

Malaikat maut : Kamu berad dirumah yang aku bangun utukmu dan tempat tidur yang aku menidurkanmu pada dirimu sendiri.

Raja : Bukankah aku rumah bagi diriku sendiri?

Malaikat maut : Ya

Raja : Dimana rumah itu?

Malaikat maut : Di neraka yang mengelupas kulit kepalanya, yang memanggil orang yang membangkang dan yang berpaling (dari agama) serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpanya.

Kemudian dicabutlah nyawanya dan semua telah berlalu.

Tentang berlindung kepada Allah dan akibatnya

Diceritakan dari sebagian ulama, bahwa beliau menjual budak perempuan kepada seorang laki-laki, kemudian beliau menyesalinya dan malu pada orang-orang untuk memmperlihatkan keadaannya yang seperti iru. Menulis di kedua telapak tangannya merupakan kebutuha, kemudian Beliau berdoa:”Wahai Dzat Yang Maha mengabulkan doa, Engkau lebih megetahui apa yang aku inginkan. Beliau tidak berkata suatu katapun dengan lisannya dan beliau mengagkat kedua tangannya. Tiba-tiba beliau medengar orang berkata didepan pintu. Beliau bertanya “siapa disitu”.

Orang itu menjawab:”Aku oranag yang membeli budak perempua, aku datang bersama budak permpuan”, Beliaupun sangaat gembira dan meminta budak itu kembali. Beliau berkaata kepada orang tersebut:”Bersabarlah sehingga aku memberimu arga. Orang itu berkata:”Aku tidak mengharapkan harga, aku telat mendapatkan gantinya yang lebih bagus, aku bermimpi seseorang berkata kepadaku:”Hai manusia sesungguhnya orang yang menjual itu adalah wali Allah dan hatinya bergantung pada budak itu. Jika kamu megembalikan budak itu dengan tanpa meminta harga, maka aku memasukkanmu ke surga dan memberi pengganti dari kembalinya. “Sungguh aku meninggalkan jejak pahala dengan hal tersebut atas harga, maka aku tidak mengambilnya dan semua telah berlalu.

Tentang pencapaian dan kefasihan.

‘Seorang pemuda dari daera arab yang dijuluki dengan Syin (orang china) bersumpa bahwa dia tidak akan menikah kecuali dengan wanita yang serasi dengannya , dan dia menjelajagi Negara dan Robiah-robiah utuk mencarinya’.

Disepanjang perjalanan dia ditemani seorang laki-laki. Ketika perjalanan sudah jauh, Syin bertanya kepada laki-laki itu “apakah kamu akan menggendongku atau aku menggendongmu?”. Laki-laki itu menjawab: “hai bodoh apakah penumpang itu menggendong kendaraannya?”

Mereka beristirahat, setelah itu mereka mendatangi tanaman yang masak.
Syin bertanya pada laki-laki itu: “Akankah kamu memakannya atau tidak?”, laki-laki itu menjawab:” Hai bodoh, apakah kamu meliat sesuatu yang layak untuk dimakan. Mereka lalu beristirahat.

Kemudian mereka melihat jenazah yang sedang digotong ke pemakaman. Syin bertanya lagi:”Tahukah kamu teman jenazah ini hiduup/atidak?”. Laki-laki itu mejawab:” aku belum pernah melihat orang yang lebih boddoh darimu, yang melihat jenazah ke kuburan membawa teman yang hidup”.

Ketika sampai didesa laki-laki tersebut, laki-laki itupun pulang dan dia mempunyai seorang anak gadis yang bernama Thoyibah, kemudian dia bercerita kepada anakya tenyang Syin tadi. Anaknya berkata:”Dia tidak akan berkata kecuali kebenaran dan tidak akan kepadamu, kecuali yang dipahaminya dan semisalnya. Adapun perkataannya “kamukah yag menggendongku atau aku yang menggendongmu”.maksudnya kamukah yang bercerita kepadaku atau aku bercerita kepadamu. Sedangkan maksud pertanyaan ke II adalah apakah sahabat-sahabatnya itu tersibukkan dengan arga buah atau tidak?. Dan maksud pertanyaan keIII adala apakah jenazah itu meninggalkan anak cucu yang hidup yang mengingatnya atau tidak?
Ketika laki-laki itu pergi kepada Syin, dia bercerita tentang putrinya dan taksiran putrinya akan perkataan Syin.
Laki-laki itu meridhai anaknya untuk menjadi isteri Syin.

Kemudian Syin melamar, memperistri dan kemudian memboyong puteri laki-laki itu ke kaumnya. Dan kaumnyapu tau bawa kedua (suami istri) itu cerdas, kemudian kaum berkata: Syin dan Thoyiba itu pasangan serasi, maka serasilah mereka.

TENTANG KEFASIHAN DAN KEMULIAAN


Diceritakan dari Abdullah bin Abbas. Dia adalah seorang tokoh atau pemuka yang dermawan dan terhormat. Sesungguhnya beliau menempati tempat tinggalnya dan
pergi dari negara Syam menuju ke negara Hijaz, kemudian Dia meminta pada pembantunya untuk membawakannya makanan,
ternyata mereka tidak menemukannya.
Setelah itu dia berkata kepada utusanya : ‘’pergilah Kamu ke suatu daratan atau daerah, mudah-mudahan Kamu menemukan sebuah ladang dan perkampungan yang terdapat susu dan makanan.

Kemudian berlalulah pembantu-pembantunya, kemudian mereka bertemu seorang wanita tua.
Lalu mereka berkata kepada wanita tersebut: ‘’Apakah Kamu mempunyai makanan yang dapat Kami beli?’’.
Wanita tua itu menjawab : ‘’ makanan yang untuk diperjual belikan itu tidak ada’’.

Sebagian dari mereka berkata : ” beri kami separonya :”
Wanita itu berkata lagi :” Akan tetapi Saya mempunyai maksud untuk diriku dan anak-anakku ”.
Mereka berkata: ‘’Dimana anak-anakmu?’’.

Wanita itu menjawab: ‘’mereka sedang menggembala mungkin sebentar lagi pulang ’’.
Mereka berkata lagi: ‘’Saya tidak menghitungmu dan anak-anakmu?’’,
Wanita itu berkata:” ada roti diatas bara api yaitu abu panas”.
Mereka berkata : “ tidak adakah sesuatu selain itu? “.
Wanita itu menjawab : “ Tidak ada “.
Sebagian dari mereka berkata :” Berilah aku separonya “.
Maka wanita itupun berkata : “
Adapun sesisir roti atau separuh roti tidak Saya berikan kepadanya, sedangkan roti yang utuh saya memberikannya.

Kemudian mereka berkata kepada wanita itu: ‘’Kami mencegah separuh dan memberikan seluruhnya.
Kemudian wanita itu menjawab: ‘’Betul, karena sesungguhnya memberikan sesisir roti adalah pekerti yang rendah dan memberikan utuh adalah kesempurnaan dan afdhol, maka Saya mencegah apa yang merendahkanku dan Saya memberikan apa yang dapat mengangkatku.

Lantas mereka memberikan kepadanya dan wanita itu tidak berkata kepada mereka, dari mana mereka dan dari mana mereka datang?.
Maka ketika mereka datang kepada Abdullah dan memberitahukan kepadanya tentang wanita itu, maka Abdullah terkejut dengan kabar tersebut.

Kemudian beliau berkata kepada mereka: ‘’Bawalah mereka saat ini, kemudian mereka kembali lagi kepada wanita itu dan berkata kepadanya: ‘’Ikutlah bersama Kami menuju sahabat Kami karena beliau menghedakimu’’.
Maka wanita itu berkata: ‘’Siapakah sahabat kalian?’’.

Merreka menjawab: ‘’beliau adalah Abdullah bin Abbas”.
Wanita itu berkata lagi: ‘’Saya tidak mengenal nama ini dan siapakah Abbas ini?’’.
Mereka menjawab: ‘’Beliau adalah paman Rasulullah SAW.
Wanita itu berkata: ‘’ Dan beliau adalah bapak kalian yang terhormat dan mulia, dan keturunannya yang mulia pula’’, Dan mengapa beliau menghendakiku?’’.
Mereka menjawab: ‘’Beliau akan mencukupimu dan akan berbuat baik padamu.

kemudian wanita berkata: ‘’Aduh, demi Allah apabila beliau mengerti apa yang saya lakukan dan menggantikan apa yang saya berikan, maka bagaimana?, Padahal wajib bagi makhluk untuk saling membantu sebagian dengan yang lain. Maka mereka senantiasa bersamanya sampai mereka membawanya kepada Abdullah.
Ketika wanita itu sampai kepada Abdullah ia memberi salam kepadanya dan beliau menjawab salamnya, kemudian beliau mempersilahkan duduk kepada wanita itu.
Lalu Abdullah berkata kepada wanita itu: ‘’Dari mana Kamu?’’.
Wanita itu menjawab: ‘’Saya dari bani Kalb”.
Beliau berkata lagi: ‘’bagaimana kabar Kamu?’’.

Wanita itu menjawab: ‘’Saya tidak tidur sedikitpun semalaman, sampai saya terjaga beberapa malam, kemudian saya melihat sesuatu yang dapat menyedapkan pandangan mata. Maka ia tidak menemukan sedikitpun kehidupan dunia kecuali apa yang ia telah temukan.
Abdullah berkata : “Apa yang dapat kamu berikan kepada anak-anakmu jika mereka hadir “.
Wanita itu menjawab “:saya akan memberikan kepada mereka apa yang dikatakan oleh chatim Tho’I:
Aku telah menunduklan rasa dahaga dan selalu melidunginya sehingga aku mendapatkan makanan yang mulia .
kekaguman Abdullah bertambah setelah beliau mendengar Syair itu lalu beliau bertanya kepada wanita tersebut : “ Bila anakmu datang kepadamu sedangkan mereka dalam keadaan lapar apa yang apa yang engkau perbuat?”.

Lalu wanita itu menjawab : Hai Abdullah , mungkin menurutmu sepotong roti itu sangat berharga sehingga yang kau bicarakan hanya roti tersebut . Lupakanlah masalah ini karena masalah ini dapat merusak jiwa dan meninggalkan sebuah kehinaan.
kemudian Abdullah berkata :’ datangkanlah anak-anaknya kepadaku, lalu mereka mendatangkan anak-anak tersebut.

Ketika anak-anak mendekati Abdullah mereka melihat ibunya, lalu mereka mengucapkan salam.
Lalu Abdullah mendekat kepada mereka dan berkata : “ Aku tidak memanggilmu dan ibumu karena aku benci, tetapi karena aku cinta kesolehanmu dan rasa sakit yang disebabkan makan sedikit .
Kemudian anak-anak berkata : “ Ini masalah kecil, terkecuali sebuah permintaan atau mengimbangi perbuatan orang terdahulu”. Abdullah berkata ; “ tidak seperti apa yang kau maksud , tetapi malam ini aku ingin mendampingi kalian semua . maka aku berkeinginan meletakan sebagian hartaku kepada kalian semua.
Lalu mereka berkata :” Hai Abdullah Kami hidup terbiasa dan juga rezeki yang serba tercukupi , berikanlah harta itu kepada orang yang berhak, tetapi bila engkau memulai memberikan yang pertama kali tanpa harus didahului permintaan maka terima kasih atas pengertianmu dan kebaikanmu diterima.
kemudian Abdullah berkata :” semua untuk itu , lalu beliau memerintahkan mereka untuk membawa 10000 dirham dan 20 unta.

Kemudian Wanita itu barkata kepada anak-anaknya :” Hendaklah masing-masing kalian berkata sesuatu tentang gandum nanti aku akan mengikutimu.
Maka anak yang paling besar berkata :”Aku menyaksikan kebaikan ucapan dan perbuatanmu”.
Kemudian anaknya yang kedua berkata :” saya menderma dengan kemurahan hati sebelum diminta merupakan pekerjaan yang agung dan kemuliaan hati”.

Lalu anak yang terkecil berkata :” wajib bagi orang yang”. perbuatannya seperti ini untuk mebdapatkan perlindungan manusia.
Lalu yang lebih tua berkata :” Demi Allah seumurmu kau akan mendapat keagungan dan terjaga dari kedzaliman dan kehancuran”.

TENTANG BEBERAPA KEBAIKAN AHLUL BAIT (KELUARGA NABI)


Telah diriwayatkan bahwa Sayyidina Muhammad Al Jud bin Ali Ridho bin Musa Al Khadhim bin Ja’far Sodiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainul Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib bertanya kepada Yahya bin Aktam dihadapan Al Ma’mun tentang sebuah masalah, katanya: ’’Apa maksud ucapanmu tentang seorang laki-laki yang melihat seorang wanita pada siang hari adalah haram, kemudian halal baginya ketika tergelincir matahari, kemudian haram baginya ketika dzuhur, lalu halal baginya ketika Maghrib, kemudian halal baginya ketika Isya`, lalu haram baginya pada saat pertengahan malam, kemudian halal baginya ketika fajar?”

Yahya berkata: “Aku tidak mengetahui hal itu, semoga Allah SWT memberi kebaikan padamu.”

Lalu Ma’mun berkata kepadanya: “Terangkan pada kami tentang hal itu wahai Amirul mu’minin!”

Kemudian beliau menjelaskan bahwa, sesungguhnya wanita ini adalah budak yang dilihat oleh seorang laki-laki yang bukan muhrimnya pada permulaan siang, lalu laki-laki itu membelinya saat tergelincir matahari, lalu memerdekakannya katika Dzuhur, lalu ia menikahinya katika Ashar, lalu ia mengdziharnya ketika Maghrib, lalu ia membayar kafarat ketika Isya`”, lalu ia menthalaqnya dengan thalaq raj’i ketika pertengahan malam, kemudian ia merujuknya ketika Shubuh.

Kemudian Al Ma’mun berkata pada Yahya: “Hebat sekali engkau, wahai putra Ar Ridho!”

Kemudian Al Ma’mun menikahkan Hasan dengan putrinya dalam sebuah majlis, lalu Hasan bersama putri Al-Ma`mun pergi menuju kota Madinah.
Kemudian perempuan itu mengirim surat pada bapaknya untuk mengadukan suaminya bahwa ia telah menjadikanya sebagai gundik, lalu bapaknya membalas surat itu dan mengatakan: “Aku tidak akan menikahkan Kamu kepadanya karena kamu mengharamkan kepadanya apa yang Allah halalkan, maka janganlah kembali pada hal tersebut.”

Kemudian setelah kematian bapaknya Al Hasan bersama istrinya pergi kepada Mu’tashim di Baghdad karena diutus untuk mencarinya 2 hari terakhir dari bulan Muharrom tahun 202 H dan menetap disana hingga meninggal pada tahun 203 H, dan dimakamkan di pemakaman orang Quraisy tepatnya pada makam kakeknya Al Kadhim. Hasan Al Askari meninggalkan 2 putra dan 2 putri yang amat baik, mulia dan sempurna. Al-Hasan dijuluki dengan Al Askari karena beliau berdomisili di Madinah (Samaro), yang biasa juga dikenal dengan nama Madinah Al Askar. Ayah beliau lahir pada tahun 153 H dan meninggal pada tahun 205 H

Beliau mewarisi ilmu, pengetahuan dan keberanian dari ayah beliau.
Kholifah Mutawakkil telah memenjarakannya, kemudian terjadilah kemarau ditengah-tengah masyarakat, lalu mereka berdoa memohon agar diturunkan hujan selama 3 hari, tetapi tidak juga diturunkan hujan, kemudian Kholifah Mutawakkil memerintahkan kepada seluruh masyarakat untuk mengeluarkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani bersama mereka, lalu mereka keluar bersama seorang pendeta, kemudian pendeta itu mengangkat kedua tangannya keatas langit, dan seketika itu turunlah hujan yang sangat lebat.

Pada hari kedua pendeta itu melakukan hal yang sama, sehingga menyebabkan beberapa orang ragu akan Islam, sebagian dari merekapun murtad lalu masyarakat dilanda kesengsaraan yang berat, hal itu sangat menyulitkan bagi kholifah Mutawakkil, lalu Ia memerintahkan untuk menghadirkan Hasan Al-Askari.
Kemudian Hasan Al-Askari berkata: “Perintahkan mereka untuk keluar besok dan Insya Alloh kesengsaran itu akan hilang.’’

Lalu masyarakat mengusulkan tentang pembebasan Hasan dari penjara pada kholifah, kholifahpun membebaskannya dan beliau keluar bersama orang-orang untuk meminta diturunkan hujan. Tatkala pendeta mengangkat tangannya bersama orang-orang Nasrani, terjadilah mendung dilangit, kemudian Hasan menyuruh agar pendeta menggenggam tangannya, lalu ia menggenggam, tiba-tiba pada tangan pendeta terdapat tulang manusia.
Lalu Hasan mengambilnya, kemudian beliau berkata: “Angkatlah tanganmu!’’
Lalu ia mengangkatnya, maka mendungpun tiba-tiba hilang dan mataharipun terbit, orang-orang menjadi kagum akan hal tersebut.
Kemudian kholifah bertanya kepada Hasan: “Apakah ini wahai putra Muhammad?’’

Hasan menjawab: “Ini adalah tulang salah satu nabi dari beberapa nabi yang mampu mengalahkan pendeta ini, yaitu satu-satunya tulang yang mampu membuka langit hingga menurunkan hujan yang sangat lebat, maka renungkanlah!’’

Lalu mereka menemukan apa yang seperti beliau katakan, maka keraguan agama yang terjadi pada masyarakat menjadi hilang dan mereka kembali pada Islam. Hasan kembali kerumahnya dalam keadaan terhormat dan tetap berhubungan dengan kholifah hingga beliau wafat.
Telah terjadi pada pemerintahan kholifah Mutawakkil ada seorang wanita yang mengaku mulia dihadapannya.

Kholifah Mutawakkil bertanya: ”Dari siapa kabar tentang hal itu?”
Kemudian ia mengemukakan pada Hasan Al Askari, lalu ia menghadirkanya dan duduk bersamanya diatas tikarnya lalu menanyakan tentang masalah wanita tersebut, lalu Hasan menjawab: “Sesungguhnya Allah SWT mengharamkan binatang-binatang buas untuk memakan putra putri Hasan Husain, maka kalian pertemukan saja wanita tersebut dengan binatang-binatang buas itu, jika wanita tersebut tidak dimakan, berarti perkatan wanita itu benar.”
Kemudian mereka memberi tawaran terhadap wanita tersebut, lantas ia mengaku bahwa ia telah berbohong.
Lalu beberapa orang berkata kepada kholifah: “Mengapa Anda tidak membuktikan kepada Hasan sendiri apa yang Ia katakan itu?”

Lalu Kholifah Mutawakil memerintahkan untuk menyiapkan tiga ekor binatang buas agar diletakkan dihalaman bawah istananya, lalu beliau duduk diatas singgasananya supaya dapat melihat binatang-binatang itu, kemudian beliau mengunci pintu istana. Lalu beliau menyuruh untuk mendatangkan Hasan agar masuk halaman istananya dan mengunci halaman itu. Ternyata binatang-binatang itu tidak mendengar kedatangan Hasan, bahkan ketika binatang-binatang itu melihatnya mereka hanya diam dan melewatinya, binatang-binatang itu sangat bersahabat dengannya dan mengelilinginya, lalu Hasan mengelus punggung binatang itu dengan tangannya, lalu binatang-binatang itu kembali kekandangnya.

Kemudian Hasan membuka pintu istana lalu menghadap kapada kholifah dan berbincang dengannya sesaat, kemudian Hasan turun kehalaman lagi, perlakuan binatang-binatang itu tatap sama hingga beliau keluar lagi, lalu kholifah memberinya hadiah.

Kemudian orang-orang berkata kepada kholifah: “Mengapa Anda tidak melakukan hal yang sama?”
Maka Sang kholifah tidak berani melakukan hal itu, lalu beliau berkata pada Orang-orang tadi: “Apakah Kalian ingin membunuhku?”

Kholifah memerintahkan agar berita ini tidak tersebar pada siapapun.

Kisah-kisah penuh hikmah (3)

SEBAB DO’A TIDAK
DIKABULKAN

Telah dikisahkan bahwa nabi Musa as. melihat seorang pemuda yang sedang berdo’a dan memohon dengan sungguh akan sebuah keinginan.
Lalu nabi Musa as. berkata: ’’Wahai Tuhanku jika keinginannya itu masih dalam kemampuanku pasti aku akan mengabulkannya.”

Kemudian Allah SWT menegurnya: ’’Wahai Musa, sesunguhnya pemuda itu mempunyai kambing dan hatinya hanya terpaku pada kambing tersebut, sedang Aku tidak akan mengabulkan do’a seorang hamba yang memohon kepadaKu, dimana hatinya terpaku pada selain Aku.”

Kemudian nabi Musa as. menceritakan keadaan tersebut kepada pemuda itu. Maka hatinya menjadi terpusat pada Allah, lalu Allah mengabulkan keinginannya.

PENGGOLONGAN MANUSIA BERDASARKAN AKALNYA

Sebagian Ulama berkata: ’’Aku berkunjung ke rumah Sufyan Atsauri di Makkah dan aku mendapatinya sedang sakit dan minum obat, lalu aku berkata kepadanya: ’’Aku ingin bertanya kepadamu beberapa hal.”
Sufyan menjawab: ’’Katakan kepadaku apa masalahmu!’’.

Aku kembali bertanya: ’’Jelaskan kepadaku bagaimana penggolongan manusia berdasarka akalnya ditinjau dari manusia biasa?’’.

Beliau menjawab: “Para ahli fiqh.”
Aku bertanya lagi: ’’Lalu dari golongan penguasa?’’.

Beliau menjawab: “Para ahli zuhud.”
‘’Kemudian dari golongan bangsawan?’’ kataku
Beliau menjawab: “Orang-orang yang bertaqwa.”

“Lalu dari golongan rakyat jelata?” tanyaku lagi.
Beliau menjawab: “Orang yang menulis hadist lalu dengan hadist itu ia makan harta orang lain.”

‘’Kemudian dari golongan orang-orang hina?’’ tanyaku
Beliau menjawab: “Orang-orang dholim, mereka adalah anjing-anjing neraka.”

BUKTI RAHMAT ALLAH SWT
TERHADAP UMATNYA

Telah diceritakan bahwa seorang Arab Badui datang kepada Rasululloh dan berkata: ’’Wahai Rasulullah, ketika aku mendatangi engkau, aku melewati sebuah rimba, disana aku mendengar suara anak-anak burung, lalu aku mengambilnya dan meletakannya diatas kopiahku. Kemudian induk dari anak burung itu datang dan berputar diatas kepalaku, lalu aku membukakan kopiahku untuknya, kemudian aku letakkan dan kukumpulkan menjadi satu dalam kopiahku.

Rasulullah bersabda: ‘’Turunkan Mereka dari kepalamu!’’
Iapun menurunkannya, kemudian induk burung itu memberi makan anak-anaknya dengan paruh miliknya.
Kemudian Rasulullah bertanya kepada para sahabat: ’’Kagumkah kalian?, demi Dzat yang mengutusku dengan kebenaran sesungguhnya Allah senantiasa memberikan rahmat dan kasih sayang pada hamba-hambaNya, meskipun dalam wujud induk burung yang memberi makan anak-anaknya dengan paruhnya.”

Kemudian Rasulullah berkata pada pemuda itu: ‘’Pulanglah dan letakkan burung-burung pada tempatnya!’’
Lalu ia berkata: ’’Aku pulang bersama burung-burung itu dan induk burung tersebut terus mengepakkan sayapnya hingga aku meletakkan mereka pada tempat semula.’’

SEBAB DATANGNYA DZUN NUN DAN TAUBATNYA

Telah dikatakan pada Dzun nun: “Apa sebab taubatmu?’’.

Ia berkata: ‘’Aku keluar dari negara Mesir sebagai seorang musafir menuju ke suatu daerah, lalu aku tertidur ditengah perjalanan tepatnya disebuah tanah lapang, tiba-tiba aku bermimpi bertemu dengan burung buta jatuh dari sarangnya, kemudian tiba-tiba bumi terbelah dan keluar dua piring darinya, yang satu dari perak dan yang lainnya dari emas. Pada piring pertama terdapat biji-bijian dan pada piring yang kedua terdapat air. Lalu burung buta itu makan biji-bijian dan minum air tadi.”

Lalu aku bertaubat kepada Allah SWT dan menetapkan diri pada pintunya, hingga Allah menerima taubatku.
Telah dikisahkan bahwa Allah membagi umatnya menjadi 5 bagian yaitu para Ulama, para Zahidin, para pahlawan perang, para penguasa pemerintahan dan para pedagang.
Para Ulama adalah pewaris para nabi, para Zahidin adalah penguasa bumi, para pahlawan perang adalah penolong Allah, para pemerintah atau pemimpin adalah penjaga Allah atas umatnya, dan para pedagang adalah pemegang amanat Allah.
Jika para Ulama cinta terhadap harta, kepada siapa seseorang akan meminta petunjuk?.

Jika para Zahidin naik darah, kepada siapa seseorang akan menganut?. Jika para pahlawan perang berkhianat, melalui siapa orang-orang akan memperoleh kemenangan?

Jika para pedagang tidak jujur, melalui siapa orang-orang akan memperoleh kepercayaan?

Jika pemimpin/pemerintah seperti lalat, melalui siapa rakyat akan memperoleh perlindungan?
Maka tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah SWT yang luhur dan agung.

Sebagian Ulama berpendapat: Manusia diciptakan dalam keadaan bergolong-golongan, yaitu:

Ø 1 golongan sebagai pembicara
Ø 1 golongan sebagai ahli ibadah
Ø 1 golongan sebagai penolong
Ø 1 golongan sebagai pekerja
Ø 1 golongan sebagai pemimpin atau pemerintah dan golongan-golongan selain itu adalah golongan orang-orang hina dan dholim yang hanya memperkeruh air, menaikkan hawa panas dan mempersempit jalan.

ASAL-USUL PERMAINAN CATUR DAN DADU


Orang yang menciptakan catur bernama shishoh, Dia adalah hakim hindiy, Dia membuat catur untuk raja Balhat disebut juga raja Balhit.
Konon asal kejadiannya adalah ketika raja Paris membanggakan dirinya terhadap raja Hindiy karena telah mampu membuat dadu yang dibuat sendiri oleh raja Paris yang bernama raja Azdatsir, sehingga dadu itu dinamakan dengan dadu nazdatsir.
Kemudian hakim Hindiy tadi menandingi raja Paris dengan membuat catur, bahkan para hakim pada masa itu pun bersepakat menetapkan bahwa catur lebih unggul daripada dadu.

Raja yang diberi catur itu pun berkomentar, lalu berkata pada si pembuat catur: “Apa yang kamu harapkan dari buatanmu itu?”.
Si pembuat catur menjawab: “Raja memerintahkan untuk meletakkan dirham dirumahnya berulang kali dari rumahnya yang pertama hingga rumah yang terakhir”.

Kemudian raja yang diberi catur itu meremehkannya, dan berkata kepadanya; “Apa yang kamu buat itu hanya akan merusakkan akalmu!”.
Sang menteri membantah: “Hentikan wahai raja, sesungguhnya ini adalah sesuatu yang mampu menghabiskan pembendaharaan hartamu dan harta raja-raja lain.”

Raja pun terkejut dengan ucapan menteri itu, dan berkata: “Aku tidak menginginkan sesuatu yang lebih menakjubkan dari apa yang telah kau buat.”

Sebagian dari mereka ada yang mengunggulkan dadu daripada catur, karena pembuatnya menjadikan dadu itu sebuah perumpamaan didunia, antara lain: jumlah rumahnya ada 12 seperti jumlah bulan dalam satu tahun, yang dibagi menjadi 4 bagian seperti jumlah musim dalam satu tahun, jumlah daerahnya ada 30 seperti jumlah hari dalam satu bulan yang dibagi menjadi hitam dan putih, seperti terangnya hari dan gelapnya malam, jumlah batu cincinnya ada 6 seperti jumlah arah, jumlah titik pada tiap daerah dari batu cincin itu ada 7 seperti jumlah bumi, jumlah langit, jumlah bintang yang bertaburan, dan jumlah hari dalam satu minggu, dan jumlah sedikit atau banyaknya batu cincin yang tampak adalah seperti perumpamaan qodho` dan qodhar.
Langkah-langkah pemain dadu tersebut menandakan ketepatan pilihannya, kehebatan akal serta kecerdasannya.

Adapun permainan catur menyamai dadu hanya pada sisi yang terakhir.

Kisah-kisah penuh hikmah (4)

TENTANG PERINTAH SEORANG PEMIMPIN YANG TIDAK AKAN BERHASIL TANPA IA SENDIRI MELAKUKANNYA

Telah diceritakan bahwa suatu hari sahabat Said bin Umar bin Hadim menasehati sahabat Umar bin Khotob, kemudian Umar berkata: “Siapa yang berkata demikian?”

Beliau menjawab: “Anda wahai Amirul mukminin, itu tak lain adalah ucapan Anda sendiri. Maka Andapun ditaati dan tidak ada seorangpun yang berani menentang kepemimpinan Anda.”

Dari Ali bin abi Thalib berkata:

“Seorang muslim terhadap muslim lain memiliki 30 hak, yang tidak akan pernah lepas kecuali dengan mendatangi dan mengampuni. Yaitu: mengampuni kesalahannya, mengasihani kesedihannya, menutupi auratnya, menerima kekurangannya, menerima permintaan maafnya, menghindari menggunjingnya, mengerjakan selalu nasehatnya, menjaga persahabatannya, menjenguknya ketika sakit, menyaksikan janazahnya, mendatangi undangannya, menerima pemberiannya, membalas silaturrahimnya, mensyukuri ni`matnya, membalas baik pertolongannya, manjaga kehormatannya, mencukupi kebutuhannya, menerima pertolongannya, tidak menggagalkan tujuannya, mendoakannya ketika ia bersin, mengigatkan kelalaiannya, menjawab salamnya, menganggap baik ucapannya, menampakkan pemberian ni`matnya, membenarkan sumpahnya, menolongnya, jika ia adalah orang yang dholim, yaitu dengan menghilangkan kedholimannya, dan jika ia adalah orang yang didholimi yaitu dengan membantunya mendapatkan haknya, menyayanginya dan tidak menentangnya, tidak menelantarkannya, tidak memakinya, menciantai kebaikan yang ada padanya seperti ia mencintai kebaikan yang ada pada dirinya, membenci kejelekan yang ada padanya seperti ia membenci kejelekan yang ada pada dirinya. Salah satu dari parkara-parkara itu bila ia tinggalkan, maka ia akan dituntut di akherat kelak.

HIKMAH DARI PENELITIAN YANG DILAKUKAN IMAM BUNY

Imam Buny berkata dalam kitab Al-Lum`ah An-Nuronniyah minas Siroj Al-Badi` dan kitab Khirzil Mani`: “Sesungguhnya seseorang ketika ia merasa takut pada dirinya akan terjadinya pembunuhan atau hal lain seperti adanya penyiksaan, maka hendaklah ia memungut seekor domba yang mencukupi syarat qurban, dan menyembelihnya segera dengan menghadap kiblat serta membaca do`a:

(“Ya Alloh, hewan ini adalah milik Engkau dan berasal dari Engkau, Ya Alloh sesunnguhnya ini adalah tebusanku maka terimalah tebusan itu dariku”)

Dan hendaknya ia membuat lubang agar darah hewan itu mengalir kedalamnya sehingga darah tersebut tidak terinjak, kemudian ia membagi daging hewan menjadi menjadi 60 bagian, yaitu: kulitnya 1 bagian, kepalanya 1 bagian, perutnya 1 bagian dan seterusnya.

Lalu ia beserta orang yang menjadi tanggungan nafkahnya tidak diperbolehkan makan daging itu, tetapi hendaknya ia serahkan kepada 60 fakir miskin.

Itu adalah tebusan atau penyelamat dari apa yang ia takuti dan juga merupakan resep yang manjur
Jika perkata yang ia takuti lebih ringan dan bukan pembunuhan, maka hendaklah ia memberi makan 60 fakir miskin dengan makanan yang istimewa dan mampu membuat mereka kenyang, seraya membaca do`a:

(“Ya Alloh sesungguhnya Hamba memohon, bebaskanlah hamba dari perkara yang hamba takuti ini, sebagai perantara dari mereka, dan hamba memohon kepada Engkau lantaran jiwa dan ruh mereka, agar menyelamatkan hamba dari rasa takut dan khawatir.”)

Maka Alloh SWT akan memberikan kelapangan padanya. Mutafaq Alaih.

CERITA MENARIK TENTANG BEBERAPA ORANG CERDIK

Beberapa orang pelaut telah mengalami musibah, yaitu kapalnya yang hampir tenggelam, yang mana didalam kapal tersebut berisi orang-orang muslim dan orang-orang kafir, mereka bingung menghadapi hal itu, kemudian sebagian dari mereka berdiskusi sehingga muncul kesepakatan, yaitu mencampuradukan sebagian dari mereka dengan sebagian yang lain dan menjadikan mereka sebuah lingkaran.

Mereka masuk kedalam lingkaran dengan bilangan yang telah ditentukan, barang siapa yang mendapat jatah bilangan paling akhir, dia akan dijatuhkan ke laut.

Hal yang demikianpun dilakukan, anehnya semua bilangan yang akhir itu mengenai orang-orang kafir, sehingga mereka harus dibuang di laut, maka selamatlah orang-orang muslim.
Bukti adanya percampuran tersebut dapat diketahui dari ba’it berikut:
“Allah SWT memutuskan perkara dengan kemudahan memberi rizqi terhadap orang lemah, selama dia masih hidup”

Setiap huruf yang kosong itu tempat orang muslim dan setiap huruf yang tertitik itu tempat orang kafir.
Jumlah bilangan yang ada adalah 99 dari permulaan ba’it yang telah disebutkan.

Sebagian dari mereka berputar setelah sebagian yang lain. Sebagian dari mereka mengganti satu ba’it dengan ba’it yang lain sebagaimana ba’it yang telah disebutkan.

“Ketika aku tertarik pada pandangannya, akupun menginginkannya, tanpa takut
orang kecewa.

CERITA YANG MENGGELIKAN DAN PERUMPAMAN BAGI ORANG YANG BERAKAL

Dikisahkan tentang seekor anak singa yang membuntuti seekor tikus, hingga tikus itu lari dan naik ke pohon. Namun meskipun begitu, anak singa tidak berhenti sampai disitu, ia terus membuntutinya hingga tikus itu sampai ke ujung batang dahan dan tidak ada lagi tempat pelarian baginya.
Setelah itu, tikus turun ke daun kemudian menggigit ujung daun dan menggelantungkan dirinya. Dengan demikian, anak singa itu tidak menemukan jalan untuk menuju ke tempat tikus lagi, lalu
dipanggillah istri anak singa untuk dimintai bantuan. Setelah istrinya datang dan berada tepat dibawah pohon yang dinaiki tikus, lalu anak singa langsung memotong ranting dahan yang digigit oleh tikus hingga tikus itu jatuh.

Kemudian istri dan anak singa menangkap tikus tersebut dan pulang ke rumahnya.

Kisah diatas menunjukkkan tingginya tingkat kecerdasan pemikiran yang dimiliki oleh seekor anak singa.
Ada satu kisah lagi yang menunjukkan kuatnya sebuah pemikiran, yaitu kisah seorang laki-laki yang berburu seekor burung kemudian mengurungnya didalam sangkar, lalu datanglah induk dari burung itu. Setelah induk itu melihat anaknya lalu ia pergi lagi.
Setelah itu, si induk datang lagi dengan membawa uang satu dinar dimulutnya dan menemui pemburu anaknya bermaksud untuk menebus anaknya itu dengan satu dinar tadi. Namun, pemburu itu tidak melepaskannya. Kejadian seperti di atas dilakukan oleh Si induk hingga mencapai 5 dinar, namun tetap saja pemburu tidak melepaskannya.

Si induk lalu pergi dan datang lagi dengan membawa kain dimulutnya yang menunjukkan bahwa batas kemampuannya hanya sampai disitu, akan tetapi pemburu itu tetap tidak menghiraukannya.

Melihat sikap pemburu yang tak menghiraukannya, akhirnya Si induk memutuskan untuk kembali ke dinar-dinar itu, mengambil satu, lalu pergi. Karena takut dinar itu akan dibawa semuanya, akhirnya pemburu itu melepaskan anak Si induk burung tadi.
Kemudian Si induk meletakkan dinar itu lagi dan pergi bersama anaknya dengan segera.

Fadhil bin Abdurrohman berkata kepada Ruqoyah binti Abu Lahab: “Lihatlah seorang perempuan yang diketahui nasabnya, mulia pekerjaannya, sangat cantik, tampak sabar, jika duduk terlihat mulia, jika berdiri mampu menaklukkan, jika berjalan lemah gemulai, dari jauh terlihat menakjubkan, dari dekat memikat hati, selalu membahagiakan orang yang bergaul dengannya, memuliakan orang yang bertetangga dengannya, begitu romantis dan walud, tidak ada yang mengenalnya kecuali keluarganya, tidak membahagiakan kecuali hanya kepada suaminya.”
Lalu berkatalah Ruqoyah kepadanya: “Wahai putra pamanku, khitbahlah perempuan itu dari tuhanmu di akhirat, karena sesungguhnya kamu tidak akan menemukannya di dunia.”

Seorang yang bernama Abu Musa Al-Makfuf berkata kepada seorang pedagang keledai : “ Carikanlah saya seekor keledai yang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, jika jalan sepi ia berlari kencang, jika jalan itu penuh ia berjalan dengan pelan, ia tidak mau menabrak pasukan berkuda lainnya, tidak mau pula masuk ke daerah yang rusak tanahnya, ketika ada makanan yang banyak maka ia bersyukur, jika ada sedikit makanan maka ia pun sabar, jika saya menaikinya ia berjalan, ketika orang lain menaikinya ia tidur.”
Lalu pedagang itu menjawab: “

Bersabarlah.. [ semoga Alloh memuliakanmu] hingga Alloh mengubah seorang ahli hukum menjadi seekor keledai, maka engkau akan dapat mendapatkan apa yang engkau inginkan.”

Diceritakan, pada saat Alloh menciptakan akhlaq-akhlaq, maka “sifat qonaah” bekata: Saya akan pergi ke negara Hijaz.”

Lalu dsusul oleh “sabar”: “ Saya ikut bersamamu.”
Kemudian, “ `ilm” juga berkata: “Saya akan pergi ke Iraq.”

“Saya ikut bersamamu”, susul “`Aql”.
Tak kalah juga “ sifat mulia” berkata: “ Saya akan pergi ke daerah Syam.”
Kemudian disusul oleh “ sifat luhur”: “ Saya ikut denganmu.”
Si “kaya” pun ikut berkata: “ Saya akan pergi ke daerah Mesir.”

Lalu disusul juga oleh si “penyantun”: “ Saya akan ikut denganmu.”
Tak mau ketinggalan ”akhlaq jelek “ berkata: “ Saya akan pergi ke daerah barat.”

“Saya ikut denganmu.” sergah si “bakhil”.
Tak kalah semangat juga, “akhlaq yang baik”pun berkata: “ Saya akan pergi ke daerah Yaman.”

Dan disusul oleh si “murah hati”: “ Saya akan bersamamu.”
Kemudian “kesengsaraan” berkata: “ Saya akan pergi ke daerah pelosok.”
Disusul oleh “sifat perwira”: “ Saya akan ikut bersamamu.”

Untuk yang terakhir “sifat fasik” berkata: “Saya akan pergi ke Romawi.” Lalu disusul oleh “tipu daya”: “ Saya ikut denganmu

MIMPI SAHABAT ABU BAKAR SIDIQ

Diceritakan, pada suatu saat Abu bakar sidiq ra. Bermimpi tentang hal yang sangat menakjubkan di dalam tidurnya, hingga tanpa sadar beliau menangis sampai terdengar suaranya dari luar rumah. Secara kebetulan, lewatlah sahabat Umar bin khottob, mendengar suara tangisan sahabat Abu bakar beliau langsung mengetuk pintu rumah sahabatnya itu.

Mendengar suara ketukan pintu, masih dalam keadaan berlinangan air mata sahabat Abu bakar langsung terbangun dan segera membukakan pintu.

Setelah sahabat Umar melihat keadaan sahabatnya, “ Tangisan apa ini?” tanya Umar kepada sahabatnya.
“ Kumpulkanlah semua para sahabat dan nanti akan aku kabarkan kepada kalian semua tentang peristiwa yang terjadi padaku” pinta Abu bakar kepada Umar.

Umar segera mengumpulkan sahabat-sahabatnya. Setelah semua sahabatnya berkumpul, baru mulailah sahabat Abu bakar bercerita, : “Sesungguhnya saya telah bermimpi bahwa hari qiamat telah terjadi. Pada saat itu, saya melihat para pemuda berdiri diatas mimbar yang terbuat dari cahaya dengan bermacam-macam bentuk layaknya bintang-bintang yang bersinar cerah.

Melihat keadan seperti itu, saya bertanya kepada salah seorang malaikat: “Siapakah mereka itu?”
“Mereka adalah para nabi yang menanti kedatangan nabi Muhammad, karena hanya di tangannyalah tergenggam kendali syafa`at”, jawab malaikat itu.

“Sekarang dimana nabi Muhammad?” tanyaku lagi
”Bawalah saya kepadanya, saya adalah pelayan dan sahabat beliau, Abu bakar sidiq,!”, Pintaku padanya.

Kemudian malaikat itu membawa saya kepada nabi Muhammad, beliau berada dibawah tiang `Arsy, sorbannya terletak di antara kedua tangannya, sementara tangan beliau yang kanan memanjang hingga tiang `Arsy sedangkan tangan kirinya memanjang hingga membelenggu pintu neraka sembari berkata: “ Tuhanku umatku..tuhanku umatku..tuhanku umatku.., diantara mereka ada para `ulama, orang-orang shaleh, orang-orang yang menunaikan haji, orang-orang yang berumroh, orang-orang yang berperang dan orang-orang yang berjihad“.

Seketika itu, ada seruan: “Wahai..Muhammad, engkau hanya menyebutkan golongan-golongan orang yang taat dan tidak menyebutkan golongan yang lain. Sebutlah golongan para penganiaya, para peminum khamer, para pezina, dan para pemakan harta riba !”.

Lalu Muhammad berkata: “Ya Tuhanku ! mereka adalah golongan sebagaimana yang telah engkau katakan, akan tetapi tidak ada seorangpun dari mereka yang menyekutukan Engkau, tidak pula menyembah berhala, tidak menjadikan Engkau sebagai anak, dan tidak juga menentang ketauhidan Engkau.. maka terimalah syafa`atku pada mereka, limpahkanlah kasih sayang pada mereka..!”.

Lalu saya berkata kepada orang yang sangat aku kasihi: “Kasihilah dirimu sendiri, wahai Muhammad !”
Kemudian Muhammad berkata kepada saya: “Wahai Abu bakar, Engkau telah benar-benar telah merendahkan dirimu kepada tuhanku, maka berilah syafa`at kepada umatku !”

“ Semua atau sebagian?”, tanyaku kepada beliau.
“ Pada saat itu, tiba-tiba engkau telah mengetuk pintu sebelum ada jawaban, wahai Ibnul Khottob..!”

Dan seketika itu pula ada suara dari dalam pintu, “ Semua, semua, semua.”
“Alhamdulillah…” ucap sahabat Abu bakar dan Umar bin khottob tampak lega.

TAFAKKUR MENGENAI HAL-HAL UKHROWI

Dikatakan pada Ibrohim bin Adham: “Seandainya engkau duduk bersama kami di masjid, maka kami akan mendapatkan pelajaran?.” Lalu dijawab oleh Ibrohim bin Adham: “Sesungguhnya aku telah disibukkan oleh 4 perkara, seandainya aku telah selesai dari 4 hal tersebut maka aku akan duduk bersama kalian.”
“Apa itu?” Tanya salah seorang dari Mereka.

Lalu Beliau menjawab: “Pertama, Saya teringat ketika Alloh menagih janji kepada anak Adam, lalu Alloh berkata: “Sebagian dari mereka akan masuk surga, sebagian yang lain akan masuk neraka, tapi itu semua tidak berpengaruh bagiku.” Saya tidak mengetahui termasuk golongan manakah saya?”

Kedua, saya teringat ketika Alloh menciptakan anak dalam perut ibu dan meniupkan ruh kepadanya, lalu berkatalah malaikat: “Wahai tuhanku, anak ini akan menjadi anak yang celaka atau anak yang beruntung”, dan saya tidak mengetahui mana yang akan menjadi nasib saya?”

Ketiga, saya teringat ketika malaikat maut akan mencabut nyawa seseorang, dia berkata: “Beserta orang-orang yang selamat ataukah beserta orang-orang yang kufur? dan saya tidak tahu jawaban seperti apa yang keluar untuk saya”

Keempat, saya teringat firman Alloh: “ Satu golongan berada di surga dan golongan yang lain berada di neraka.” dan saya tidak tahu digolongan manakah saya berada?”.