Showing posts with label umum. Show all posts
Showing posts with label umum. Show all posts

Tuesday, February 13, 2018

Fadhilat Majlis Zikir

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a Rasulullah s.a.w. bersabda: "Allah s.w.t. mempunyai malaikat yang ditugaskan mencari majlis zikir. Sebaik saja mereka menjumpainya, mereka duduk bersama dengan orang-orang yang berzikir itu serta memanggil malaikat-malaikat yang lain. Mereka akan datang mengelilingi majlis zikir itu dengan sayap-sayapnya sehingga memenuhi ruang antara mereka dengan langit dunia.

Lalu mereka ditanya oleh RabbNya (Dia Maha Mengetahui), "Apa yang dikatakan oleh hamba-hamba-Ku?" Para malaikat menjawab, "Mereka menyucikan dan mengagungkan Engkau, memuji dan memuliakan Engkau."

Allah berfirman, "Apakah mereka melihat-Ku?" Para malaikat menjawab, "Tidak, demi Allah, mereka tidak melihat-Mu." Allah berfirman, "Bagaimana kalau mereka melihat Aku?" Para malaikat berkata, "Kalau mereka melihat-Mu, tentunya ibadah mereka akan bertambah, tambah menyucikan dan memuliakan Engkau."
Allah s.w.t. berfirman, "Apa yang mereka minta?" Para malaikat berkata, "Mereka memohon surga kepada-Mu." Allah berfirman, "Apakah mereka pernah melihatnya?" Para malaikat berkata, "Tidak, demi Allah, mereka tidak pernah melihatnya." Allah s.w.t. berfirman, "Bagaimana kalau mereka melihatnya?" Para malaikat berkata, "Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berhasrat serta tamak dalam memohon dan memintanya."

Allah s.w.t. berfirman, "Pada apa mereka memohon perlindungan?" Para malaikat berkata, "Mereka memohon perlindungan dari neraka-Mu." Allah s.w.t. berfirman, "Apakah mereka pernah melihatnya?" Para malaikat berkata, "Kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan semakin berlari menjauhinya dan semakin takut." Allah s.w.t. berfirman, "Kalian Aku jadikan saksi bahawa Aku telah mengampuni mereka."

Salah seorang dari malaikat itu berkata, "Di dalam kelompok mereka terdapat si Fulan yang bukan bagian dari mereka. Ia datang ke sana hanya untuk suatu keperluan." Allah s.w.t. berfirman, "Anggota majlis itu tidak menyengsarakan orang yang duduk bergabung dalam majlis mereka."

Wednesday, June 14, 2017

Dari Hati Sampai Ke Hati

Kendati hanya air tetapi Allah telah membuatnya istimewa sehingga air zam-zam memiliki keunggulan daripada air lain yang ada di muka bumi ini. Hajar Aswad, betapapun hanya sebuah batu, akan tetapi ketika Allah sudah berkehendak memuliakan maka batu itupun menjadi mulia. Dan salah satunya kelak akan memberikan kesaksian yang meringankan kepada seluruh orang yang pernah mengusapnya.

Ka’bah, meski hanya berbentuk bangunan sederhana akan tetapi Allah telah memuliakannya sehingga bangunan sederhana yang dibangun oleh Nabi Ibrahim alaihissalam ini dijadikan kiblat kaum muslimin, menjadi begitu mulia dan dalam waktu dua puluh empat jam senantiasa dikelilingi oleh manusia yang berthawaf. Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjid al Aqsha juga dikehendaki oleh Allah sebagai masjid yang termulia di muka bumi ini dengan perbedaan pahala shalat jauh melebihi shalat di masjid-masjid lain. Shalat di Masjidil Haram seratus ribu kali lebih baik, di Masjid Nabawi seribu kali lebih baik dan di Masjid al Aqsha lima ratus kali lebih baik daripada shalat di masjid-masjid lain. Tanah Makkkah dan Madinah juga dikehendaki oleh Allah sebagai tanah haram, tanah yang dimuliakan di mana berbuat baik di dalamnya memiliki nilai lebih tinggi daripada berbuat baik di luar tanah haram. Begitu pula sebaliknya berbuat buruk di dalamnya juga memiliki dampak dosa yang lebih berat daripada berbuat dosa di luar tanah haram. Hal inilah salah satu alasan Sayyidina Abdullah bin Abbas ra memilih tinggal di luar tanah haram dan memilih menjalani kehidupan di Tha’if.

Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, yang sudah dikehendaki Allah sebagai manusia dan makhluk termulia, tentu memiliki sekian banyak kemuliaan yang sungguh sangat luar biasa sehingga tiada kemampuan bagi siapapun manusia untuk bisa menulisnya secara lengkap. Kemuliaan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam salah satunya adalah kesiapan beliau dalam menerima wahyu dari Allah azza wajalla sebagaimana firmanNya:

ﻭَﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﺘَﻨْﺰِﻳْﻞُ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ ﻧَﺰَﻝَ ﺑِﻪِ ﺍﻟﺮُّﻭْﺡُ ﺍْﻷَﻣِﻴْﻦُ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻠْﺒِﻚَ ﻟِﺘَﻜُﻮْﻥَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﻨْﺬِﺭِﻳْﻦَ

“ Dan sesungguhnya Alqur’an adalah benar-benar diturunkan secara berangsur-amgsur oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar Ruh al Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan“ QS As Syuara’: 193-194

Ayat ini menegaskan bahwa Alqur’an diturunkan oleh Allah secara bertahap ( tanziil) selama kurang lebih 23 tahun melalui penghulu malaikat, Jibril Ar Ruuh al Amiin yang turun kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam 24 ribu kali atau menurut versi lain 27 ribu kali . Sementara hanya turun kepada seluruh Nabi alaihimussalaam tidak lebih dari 3000 kali ( Tafsir Ruhul Bayan 6/327 ).

Berbeda dengan hasil survey atau penglihatan mata yang terkadang mengandung kesalahan dan bahkan bertolak belakang dengan kenyataan, Wahyu adalah sesuatu kebenaran mutlak yang tidak bisa dibantah ( Makrifat Haqiqiyyah ).

Membantahnya adalah kebodohan karena wahyu datang dari Allah Maha Agung melalui malaikat Jibril yang terpercaya.Jadi membantah atau meragukan sebagian atau seluruh isi Alqur’an yang merupakan wahyu adalah kebodohan dan suatu bentuk dosa besar yang mengeluarkan pelakunya dari lingkaran keimanan. Wahyu itupun diturunkan tidak ke dalam fikiran, tetapi ke dalam hati manusia paling utama, hati Baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang wajib pula diyakini sebagai hati manusia yang paling bersih karena telah empat kali menjalani operasi penjernihan sebagaimana disebutkan oleh Abuya As Sayyid Muhammad al Maliki, yaitu; saat berusia empat tahun dan masih tinggal bersama Halimah As Sa’diyyah, ketika berumur sepuluh tahun (diriwayatkan Imam Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim/ lihat Syarh Az Zarqani), ketika akan diangkat menjadi Nabi dan saat hendak diisra’kan. Abuya lalu memberikan catatan; [Ketahuilah bahwa seluruh riwayat tentang pembelahan dada dan dikeluarkannya hati (jantung) Rasulullah Saw adalah sesuatu hal yang wajib diterima tanpa perlu usaha memalingkannya dari hakikat karena masih termasuk dalam kepatutan kuasa (Allah) sehingga semua itu bukanlah hal yang mustahil]. (Lihat Tarikh al Hawadits wal al Ahwaal An Nabawiyyah hal17 cet Darul Qiblat at Tsaqafiyyah 1984 M)

Diantara hal yang dilakukan oleh tim malaikat yang mengoperasi adalah membersihkan bagian setan dari hati Rasulullah shallallahu alaihi wasallam serta memenuhinya dengan ilmu dan hikmah. Jadi hati Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah hati yang paling suci yang menerima kitab suci melalui penghulu malaikat sebagai makhluk yang suci dari Dzat Maha Suci, Allah Maha Pengasih. Menerima dan memahami wahyu dengan hati juga merupakan salah satu keistimewaan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di antara para nabi yang seluruhnya menerima kitab dalam bentuk tertulis pada lembaran-lembaran serta hanya dalam sekali kesempatan. Inilah kesitimewaan Alqur’an yang berasal dari tradisi bacaan yang dihafalkan dalam hati dan baru kemudian beralih dalam tulisan

Hati yang suci yang menerima kitab suci dengan perantara makhluk suci dari Dzat Maha suci, semua ini agar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tampil sebagai termasuk orang-orang yang memberikan peringatan.Di sini diambil pelajaran bahwa yang mesti dilakukan oleh seorang da’i adalah membersihkan hati. Seorang da’i harus menargetkan bisa memiliki hati yang bersih ( Qalbun Salim ) dari segala penyakit hati seperti riya’, hasud, sombong dan turunannya seperti marah, membenci, mendendam dsb di mana di antara upaya yang bisa dilakukan adalah mendekatkan hati dengan Alqur’an seperti halnya Alqur’an pertama kali diturunkan ke dalam hati Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Artinya seorang da’i harus memiliki wirid Alqur’an dengan membaca Alqur’an secara urut dan target khatam dalam sekian hari, minggu atau bulan. Kedekatan dengan Alqur’an secara langsung juga memperkuat keimanan sebagai modal utama dalam berdakwah ilallah.

Dari ayat di atas, selain membersihkan hati juga diambil pelajaran bahwa seorang da’i mesti belajar secara terus menerus berdakwah, memberikan peringatan, dan menyampaikan nasehat dengan hati seperti dikatakan dalam hikmah:

ﻣَﺎ ﺧَﺮَﺝَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘَﻠْﺐِ ﻭَﺻَﻞَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻘَﻠْﺐِ ﻭَﻣَﺎ ﺧَﺮَﺝَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠِّﺴَﺎﻥِ ﻛَﺎﻥَ ﺣَﺪُّﻩُ ﺍْﻵﺫَﺍﻥَ

apa yang keluar dari hati akan sampai ke hati dan apa yang hanya keluar dari lidah maka hanya akan sampai di telinga. Jadi jika selama ini kita semua telah mengetahui bahwa memberikan nasehat harus dengan hati maka ayat di atas adalah dasar dari prinsip yang telah sekian lama kita mengenalnya.

Untuk bisa berdakwah dengan menyampaikan nasehat yang baik ( al mau’izhah al hasanah ) maka perlu memperhatikan hal berikut;

1. Seorang da’i harus senantiasa menjaga kehidupan, kesehatan dan kekuatan hati yang bisa diraih dengan kekuatan hubungan dengan Allah ( shilah qawiyyah billaah) berupa shalat malam yang berkesinambungan dan intensitas dzikir yang tinggi sebagaimana pesan Allah kepada Nabi Musa dan Nabi Harun alaihimassalam : “ Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayatKu, dan janganlah kalian berdua kendor dalam mengingatKu” QS Thaha:42 .

2. Seorang da’i harus berusaha sekuat tenaga menjadi yang terdepan dalam kebaikan yang diserukan sekaligus menjadi manusia yang paling menjauh dari kemungkaran yang dilarangnya.

ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْـﻨَﺎ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴْﻦَ ﺇِﻣَﺎﻣًﺎ

“ Dan jadikanlah kami sebagai yang terdepan dari

orang-orang yang bertaqwa (ahli melakukan kebaikan) “ QS al Furqan:74 .

Menikahlah, Engkau akan Tercukupi

​

ﻭَﺃَﻧْﻜِﺤُﻮﺍ ﺍﻟْﺄَﻳَﺎﻣَﻰ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤِﻴﻦَ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻛُﻢْ ﻭَﺇِﻣَﺎﺋِﻜُﻢْ ﺇِﻥْ ﻳَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﻓُﻘَﺮَﺍﺀَ ﻳُﻐْﻨِﻬِﻢُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻠِﻪِ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺍﺳِﻊٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ ‏[ ﺍﻟﻨﻮﺭ 32/ ]

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.” (Q.S. an-Nur: 32)

Takwil Ayat

ﻗﻮﻟﻪ ﻭَﺃَﻧْﻜِﺤُﻮﺍ ﺍﻟْﺄَﻳَﺎﻡَ …)) Dalam ayat ini Allah Swt memerintahkan kepada orang-orang mukmin untuk menikahkan orang yang tidak memiliki suami atau istri baik laki-laki atau perempuan yang merdeka, atau para budak laki atau perempuan yang memiliki perilaku yang baik. Kata ﺍﻷﻳﺎﻣﻰ adalah bentuk jamak dari kata ﺃﻳﻢُ . Pembentukan kata jamak seperti ini memiliki makna ﻓﻌﻴﻠﺔ (Isim Fail) sebagaimana pembentukan kata jamak dari kata ﺍﻟﻴﺘﻴﻤﺔ menjadi ﻳﺘﺎﻣﻰ . Kata ﺍﻷﻳﺎﻣﻰ ini digunakan untuk menyifati laki-laki atau perempuan yang tidak memiliki suami atau istri, baik sudah pernah menikah kemudian bercerai atau belum menikah sama sekali sebagaimana yang diutarakan oleh Al Jauhari dari ahli bahasa.

( ﻗﻮﻟﻪ ﺇِﻥْ ﻳَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﻓُﻘَﺮَﺍﺀَ … ) Apabila orang-orang yang kalian nikahkan adalah orang-orang yang fakir miskin, maka Allah Swt sendiri yang akan memberikan mereka kecukupan melalui kurnia-Nya. Oleh karena itu janganlah kalian menghalangi orang-orang fakir itu untuk menikah.

Takwilan ayat seperti ini riwayatkan dari bersumber dari Ibnu Abbas beliau mengutarakan: Allah Swt memerintahkan dan menganjurkan untuk menikah serta memerintahkan orang menikahkan orang-orang yang merdeka dan para budak yang berperilaku baik. Allah Swt pula menjanjikan kecukupan bagi mereka yang telah menikah. Dalam riwayat lain Ibnu Mas’ud mengatakan: “Carilah kekayaan dalam pernikahan.”

( ﻗﻮﻟﻪ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺍﺳِﻊٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ ) Allah Swt adalah Dzat yang luas kurnia-Nya dan Dermawan dengan segala pemberian-Nya, oleh karena itu nikahkanlah budak perempuan kalian semua sesungguhnya Allah Swt Maha Luas yang akan memperluas mereka dengan kurnia-Nya bila mereka adalah orang-orang yang fakir. Allah Swt juga Dzat yang Maha Mengetahuai. Dia mengetahui mereka yang fakir dan yang kaya. Tidak ada apapun yang tingkah makhluk-Nya samar bagi-Nya. (At-Thabari [19]: 165-167, Ibnu Katsir [6]: 51)

Perintah untuk Menikah

Ayat ini menjelaskan perintah untuk menikah. Menurut ijma’ ulama salaf bahwa perintah dalam ayat ini adalah perintah sunah dan

istihbab . Artinya disunahkan menikah bagi orang yang memiliki keinginan untuk menikah dan mampu biayanya. Bila tidak mampu maka hendaknya ia memecahkan syahwatnya dengan berpuasa. Mereka mengambil pijakan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah Saw bersabda:

ﻳَﺎ ﻣَﻌْﺸَﺮَ ﺍﻟﺸَّﺒَﺎﺏِ ﻣَﻦِ ﺍﺳْﺘَﻄَﺎﻉَ ﻣِﻨْﻜُﻢُ ﺍﻟْﺒَﺎﺀَﺓَ ﻓَﻠْﻴَﺘَﺰَﻭَّﺝْ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺃَﻏَﺾُّ ﻟِﻠْﺒَﺼَﺮِ ﻭَﺃَﺣْﺼَﻦُ ﻟِﻠْﻔَﺮْﺝِ ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻊْ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑَﺎﻟﺼَّﻮْﻡِ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟَﻪُ ﻭِﺟَﺎﺀٌ .

“Wahai para pemuda, barang siapa yang memiliki biaya, maka hendaknya ia menikah. Sesungguhnya menikah itu lebih memejamkan mata dan menjaga kemaluan. Barang siapa yang tidak memilikinya, maka hendaknya ia berpuasa. Sesungguhnya puasa itu adalah tameng.” (HR. Bukhari Muslim)

Namun sebagian dari ulama memiliki pandangan wajib hukumnya menikah bagi orang yang mampu untuk menikah dengan tendesi zahirya hadits di atas. Dalam riwayat lain Rasulullah Saw juga bersabda:

ﺗَﺰَﻭَّﺟُﻮْﺍ، ﺗَﻮَﺍﻟَﺪُﻭْﺍ، ﺗَﻨَﺎﺳَﻠُﻮْﺍ، ﻓَﺈِﻧِّﻲ ﻣُﺒَﺎﻩٍ ﺑِﻜُﻢُ ﺍْﻷُﻣَﻢَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻭَﻓِﻲ ﺭِﻭَﺍﻳَﺔٍ : ﺣَﺘَّﻰ ﺑِﺎﻟﺴِّﻘْﻂِ .

“Menikahlah kalian semua, beranak cuculah kalian, dan perbanyaklah keturunan kalian, sesungguhnya aku berunggul-unggulan umat kelak pada hari kiamat”. Dalam riwayat lain:

“bahkan sampai anak yang keguguran.”

Dalam riwayat lain Rasulullah Saw bersabda:

ﺗَﺰَﻭَّﺟُﻮﺍ ﺍﻟْﻮَﻟُﻮﺩَ ﺍﻟْﻮَﺩُﻭﺩَ ﻓَﺈِﻧِّﻲ ﻣُﻜَﺎﺛِﺮٌ ﺑِﻜُﻢُ ﺍْﻷُﻣَﻢَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ

“Menikahlah kalian dengan perempuan yang bisa memiliki anak banyak dan penuh kasih sayang, sesungguhnya aku berbanyak-banyakan umat kelak pada hari kiamat.”

Adapun orang yang mampu biaya menikah, namun ia tidak memiliki keinginan untuk menikah, maka menurut Imam Syafi’i adalah yang lebih baik menghabiskan usia untuk beribadah daripada menikah. Sedangkan menurut Ashab ar-Ra’yi, menikah adalah lebih utama. (Ibnu Katsir [6] : 51. Tafsir al-Khazin [5]: 2)

Kecukupan Dibalik Pernikahan

Orang fakir yang menikah memiliki sebab kebiasaan yang menyebabkan ia menjadi kaya, yaitu orang itu akan lebih giat mencari pekerjaan dan bersungguh-sungguh karena ia memiliki tanggung jawab orang yang wajib ia beri nafkah secara syariat dan adat. Lewat menikah ia tidaklah sendirian menghasilkannya, namun istrinya akan membantu dia untuk kesuksesan urusan dunia. Hal seperti ini sudah banyak terjadi. Bahkan terkadang istrinyalah yang mencukupi kebutuhan suaminya lewat pekerjaan yang dilakukannya. Terkadang juga kecukupan itu lewat pertolongan sanak saudara dari mertua yang tidak dimiliki oleh orang yang hidup sendiri. (Al-Alusi [13] : 417). Oleh karena itu bila memang sudah memiliki biaya menikah, maka menikahlah engkau akan diberikan kecukupan oleh Allah Swt lewat pernikahan, tentunya dengan niatan yang benar dan sesuai dengan syariat agama.

Amal Perbuatan Yang Baik

Saudaraku! Apabila orang lain senang menonjolkan amal kebajikan mereka agar mereka diteladani, hendaklah engkau merahasiakan perbuatanmu dengan berbagai cara, karena fitnah itu besar adanya dan perjuangan di dalamnya cukup keras. Sebenarnya kita ini bukanlah pribadi yang layak untuk diteladani dan memang tidak cocok untuk itu, karena yang demikian adalah milik para khalifah yang mendapat petunjuk dan pemuka-pemuka umat Islam. Mereka hanya menampakan sedikit dari amal perbuatan mereka yang banyak untuk memberikan pendidikan moral terhadap umat dan membimbing mereka.

Oleh akrena itu, janganlah engkau coba-coba mempopulerkan diri karena sesungguhnya setan, dalam setiap usaha seseorang yang menonjolkan ilmu dan pendapatnya, mempunyai beberapa perangkap yang ia pergunakan untuk menjebak banyak orang, dengan cara memperindah di mata mereka usaha tersebut agar mereka ditiru oleh orang lain.

Maka orang-orang pun senang menampakkan ilmu dan kebajikannya karena antusias terhadap pahala dari orang-orang yang mengikuti jejak mereka, padahal mereka tidak sadar terhadap apa yang telah menimpa mereka berupa jebakan-jebakan setan sehingga mereka pun ditimpa oleh berbagai macam bencana sedang mereka tidak merasakan.

Wahai kaum yang takut akan fitnah, orang yang mewariskan ilmu seraya bersikap mawas diri, yang khawatir dari musuhnya, dan yang bersikap wara’ dalam segala keadaannya, belum tentu bisa selamat dari tipu daya setan. Maka, bagaimana nasibnya dengan orang yang terperdaya ketika ia senang mengumumkan dan memamerkan amal perbuatannya. Ingat, janganlah engkau mengajukan diri terhadap fitnah dan bencana. Maka jika engkau merasa tidak dibutuhkan dan tidak perlu diikuti, hendaklah kalian menyembunyikan urusanmu dengan berbagai cara. Sesungguhnya telah sampai kepada kami bahwa Allah SWT akan memberikan naungan di bawah ‘asyi-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, kepada seseorang yang bersedekah dengan tangan kananna sedangkan tangan kirinya hampir saja tidak mengetahuinya. Seorang tokoh berkata : “Kami mendapati sekelompok orang, dimana tidak ada di atas bumi ini suatu perbuatan terbuka yang tidak mampu mereka kerjakan dalam kerahasiaannya selamanya. Telah sampai kepada kami bahwa Rasulullah saw. Bersabda : “Manakala Allah menciptakan bumi dan dibentangkan untuk penghuninya, lalu menciptakan gunung dan Dia jadikan sebagai pasak bagi bumi, para malaikat berkata : ‘Allah tidak menciptakan suatu ciptaan yang lebih sulit daripada gunung,. Maka Allah pun menciptakan besi untuk memotong gunung, lalu menciptakan api untuk melelehkan besi, kemudian memerintahkan air untuk memadamkan api, lantas memerintahkan angin untuk menumpahkan air. Sehingga para malaikat pun berselisih pendapat dan berkata : ‘Kita bertanya kepada Rabb ‘Azza wa Jalla : Wahai Rabb, alangkah sulitnya apa yang telah Engkau ciptakan di antara ciptaan-Mu. ‘ Rabb berfirman : “Aku tidak menciptakan suatu ciptaan yang lebih sulit daripada anak manusia ketika ia bersedekah dengan tangan kanannya dan ia sembunyikan dari tangan kirinya; maka inilah yang tersulit di antara yang Aku ciptakan.”

Juga telah sampai kepada kami bahwa perbuatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi melebihi perbuatan yang dilakukan secara terang-terangan sebanyak tujuh puluh kali lipat. Inilah perbedaan keutamaan di antara dua orang, salah satunya senang menampakkan apa-apa yang ada pada dirinya karena berambisi terhadap pahala pdahal ia telah diperdaya oleh setan dan diajukannya kepada siksaan.

Sedangkan yang lain sangat merendahkan dirinya dan menganggap dirinya bukanlah pribadi yang patut untuk ditiru dan diteladani. Maka, waspadalah.

Rambut Adalah Mahkota Dari Allah

​

Islam adalah agama yang sempurna. Termasuk di dalamnya juga diajarkan berbagai macam cara dan norma dalam bergaul dengan sesama. Dalam mewujudkan pergaulan manusia yang harmonis dan saling menghormati, Allah SWT mengingatkan dalam firmannya: ”Ingatlah wahai manusia, sungguh telah kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Agar kamu saling mengenal.

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu ialah orang yang paling bertakwa.

Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui dan Maha Teliti.” (Q.S. al-Hujurat: 13)

Namun, perkembangan zaman dan tuntutan ekonomi mulai menggeser cara berpikir dan pandangan manusia dalam pergaulan antarsesama. Masalah-masalah terkini bermunculan dengan bentuk yang beraneka-ragam. Sebagian kecil masalah-masalah tersebut akan kami ulas dengan sudut pandang ilmu fiqih.

Trend Gaya Rambut

Keinginan manusia untuk tampil lebih indah dan menawan di hadapan semua orang membuat mereka berlomba dalam berhias dan menata rambut. Muncullah gaya rambut lurus yang direbonding, punk , gimbal, mohawk, dengan semir yang beraneka warna. Tujuan mereka beraneka-ragam, ada yang dibuat lurus agar mudah pakai jilbab, adanya keinginan dari suami, atau hanya sekedar agar lebih menawan dan meyakinkan ketika bertemu lawan jenis. Lalu bagaimanakah hukum merubah gaya rambut sebagaimana di atas?

Pada dasarnya semua amal itu tergantung pada niatnya. Apabila kita niatnya baik maka sebuah amal meskipun zahirnya perkara biasa bisa menjadi ibadah selama amal itu tidak termasuk maksiat. Dan apabila niatnya buruk maka bisa menjadi maksiat meskipun amal tersebut pada dasarnya baik. Beberapa hukum mengubah gaya rambut bisa terperinci sebagai berikut:

1. Apabila perubahan dengan menyemir hitam, merasa kurang puas dengan ciptaan Allah lalu merubahnya maka ini hukumnya tidak boleh. Kecuali berupa cacat atau adanya sesuatu yang membuat

masyaqat dalam kehidupan, seperti terlahir dengan jari enam, maka boleh merubahnya.

2. Apabila perubahan dengan semir selain hitam maka diperbolehkan selama tidak untuk meniru orang barat (kafir) atau trend orang fasik. Karena siapapun yang meniru gaya orang kafir atau orang fasik maka termasuk mencintainya dan itu tidak di perbolehkan.

3. Apabila perubahan dengan tujuan agar mudah diatur, mudah pakai jilbab, atas perintah suami dan rambut tidak terbuka ketika di khlayak umum maka di perbolehkan karena perubahan yang sifatnya untuk memperoleh keindahan itu termasuk memperbaiki (tahsin) bukan merubah ( taghyir ). Namun apabila perbaikan itu untuk tujuan memikat lawan jenis, mengumbar aurat, dll tentu ini tidak diperbolehkan. (Al-Majmu’ [7]: 294, Nihayah al-Muhtaj [2]: 23, Fath al-Bari

[10]: 377)

Perincian hukum di atas itu tidak termasuk sanggul dan wig, yaitu penyambungan rambut atau menempelkan sanggul di kepala sebagai mana khas orang Jawa. Adapun hukum menyambung rambut, baik dengan di tempelkan atau dengan proses listrik/kimiawi itu tidak diperbolehkan karena termaktub jelas dalsm hadis, bahwa Allah akan melaknat orang yang menyambung rambut dan yang meminta disambung rambutnya. Baik rambut tersebut dari manusia atau dari binatang. Hal ini mengingat derajat mulia manusia. Toh semestinya rambut itu harus di kubur sedangkan rambut binatang itu kebanyakan dari hewan yang tidak boleh dimakan atau najis bahkan dari bangkai. (Majmu’ [3]: 148, I’anah at–Thalibin [2]: 387)

Majalah Langitan

Monday, June 12, 2017

Tembang 'Tombo Ati' Diracik dari Syekh Ibrahim Al-Khawas

​Islam, begitu lekat dengan Nusantara. Sekarang saja, Indonesia menjadi negara terbesar penduduk beragama Muslim. Namun hebatnya, hal itu tidak membuat Indonesia lantas mengubah citranya menjadi "kearab-araban".

Memang, Islam dibawa Rasulullah Muhammad salallahu 'alaihi wasallam yang berkebangsaan Arab. Namun, Islam di Nusantara bisa menyatu dengan santun dengan budaya lokal yang tak bertentangan dengan Islam.

Hal ini tentu tak lepas dari peran seorang dai sejati. Adalah Wali Songo yang merupakan cikal bakal kebesaran islam di Nusantara. Mereka paham betul dengan firman Alah dalam Surah An-Nahl ayat 125:

ﺍُﺩْﻉُ ﺍِﻟَﻰ ﺳَﺒِﻴْﻞِ ﺭَﺑِّﻚَ ﺑِﺎﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِ ...

Artinya: "Dan serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan Hikmah (kebijaksanaan) dan nasehat yang baik"

Oleh karena itu, mereka tidak semena-mena dalam berdakwah. Salahsatu bukti dari kebijaksanaan mereka tercermin apik lewat sejarah tembang "Tombo Ati" gubahan Sunan Bonang.

Ya, sudah menjadi tradisi Nusantara, khususnya orang jawa. Adalah menyusupkan pelajaran-pelajaran tentang peri kehidupan lewat lagu. Hal itu bukan tanpa sebab, melainkan telah terbukti bahwa cara tersebut lebih mudah dipaham dan dihafal oleh masyarakat nusantara.

Sehingga, merasuknya nasihat akan lebih cepat ke dalam hati dan keberhasilan dakwah pun berpeluang besar. Inilah kutipan teks tembang "Tombo Ati" oleh Sunan Bonang:

“Tombo ati iku limo perkarane

kaping pisan moco Qur’an lan maknane

kaping pindo shalat wengi lakonono

kaping telu wong kang sholeh kumpulono

kaping papat kudu weteng ingkang luwe

kaping limo dzikir wengi ingkang suwe

salah sawijine sopo biso ngelakoni

mugi-mugi Gusti Allah njembatani”

Ternyata, tembang tersebut dibuat bukan asal mengarang, melainkan senada dengan perkataan Syekh Ibrahim Al-Khawash radhiyallahu 'anhu yang termaktub jelas dalam kitab At Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran karya Syaikh Abi Zakariya Yahya bin Syarafuddin An Nawawi As Syafi'i. Dalam kitab tersebut dijelaskan:

ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺴﻴﺪ ﺍﻟﺠﻠﻴﻞ ﺫﻭ ﺍﻟﻤﻮﺍﻫﺐ ﻭﺍﻟﻤﻌﺎﺭﻑ , ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺍﻟﺨﻮﺍﺹ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻨﻪ : ﺩﻭﺍﺀ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﺧﻤﺴﺔ : ﻗﺮﺃﺓ ﺍﻟﻘﺮﺃﻥ ﺑﺎﻟﺘﺪﺑﺮ , ﻭﺧﻼﺀ ﺍﻟﺒﻄﻦ , ﻭﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﻠﻴﻞ , ﻭﺍﻟﺘﻀﺮﻉ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺴﺤﺮ , ﻭﻣﺠﺎﻟﺴﺔ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ .

Artinya: Telah berkata tuan mulia yang memiliki beberapa karunia dan ilmu kemakrifatan, Ibrahim Al Khawash Radiyallahu ta'ala 'anhu: 'Obat hati itu ada lima: mambaca Quran dengan bertadabbur (memikir-mikir) makananya, mengosongkan perut (puasa), menegakkan malam (dengan beribadah), berdzikir khusuk di waktu sahur, dan bergaul dengan orang-orang sholih.'

Demikianlah Islam Nusantara, Islam yang santun. Sudah tidak saatnya lagi untuk memperdebatkan: mana dalilnya? Apakah Rasul juga melakukannya? Dan lain sebagainya. Yang perlu disadari dan digarisbawahi adalah bahwa Islam di Nusantara telah dibawa oleh orang-orang pilihan Allah. Para kekasih Allah, waliyullah. Para Wali Songo. Yang tentu, tidak diragukan lagi tingkat kealiman dan keihlasannya dalam berdakwah.

Kalaupun toh kita merasa belum menemukan dalilnya, berhusnudzanlah, itu berarti memang ilmu kita yang memang sedikit sekali. Percayalah! (Ulin Nuha Karim/Abdullah Alawi)

NU Online

Selain Bisa Disayur, Kelor Ternyata Punya Sisi Magis! Ini 5 Fakta Lainnya

Dunia tak selebar daun kelor. Begitu pepatah mengatakan. Pepatah atau peribahasa ini memotivasi agar kita tidak cepat putus asa menghadapi suatu masalah. Tetapi ternyata daun kelor berhasil menjawab berbagai masalah. Manfaat dan khasiatnya pun tak sesempit daunnya.

Seiring penelitian oleh para ahli ternyata membuktikan berbagai fakta menarik tentang Kelor, terutama daunnya. Mulai berbagai kandungan zat yang dimilikinya hingga pemanfaatan untuk mengatasi kasus gizi buruk. Daun kelor dijadikan obat, sayuran, maupun diekstrak menjadi tepung untuk keperluan industri kesehatan dan kecantikan.

Taumbuhan yang punya nama latin Moringa Oleifera ini telah dikenal masyarakat Indonesia sejak dahulu. Siapa sangka ternyata kelor mempunyai berbagai manfaat dahsyat. Lebih rinci, berikut 5 fakta kedahsyatan kelor:

1. Kandungan Daun Kelor

Orang yang pertama kali mempublikasikan hasil penelitian terhadap kelor adalah Lowell J. Fuglie pada tahun 1999. Hasil penelitian itu ia bukukan dengan judul The Miracle Tree: Moringa Oleifera : Natural Nutrition for the Tropics . Buku itu kemudian direvisi dan diterbitkan lagi tahun 2001 dengan judul The Miracle Tree: The Multiple Attributes of Moringa.

Hasil penelitian itu menyatakan bahwa daun Kelor ternyata mengandung vitamin A, vitamin C, Vitamin B, kalsium, kalium, besi, dan protein, dalam jumlah berlipat ganda daripada sumber-sumber vitamin yang biasa kita kenal.

Dengan takaran berbobot sama, daun kelor mengandung vitamin C tujuh kali lipat dari vitamin C dalam buah jeruk, vitamin A empat kali lipat daripada wortel, kalsium yang setara dengan kalsium empat gelas susu, potassium setara dengan yang terkandung dalam tiga buah pisang, protein yang setara dengan protein dalam dua yogurt.

2. Pemanfaatan Kelor Mendunia

Diduga berasal dari Agra dan Oudh, barat laut India, wilayah pegunungan Himalaya bagian selatan, kelor telah menyebar ke berbagai negara beriklim tropis. Berdasar Hasil penelitian tentang kandungan kelor, kini banyak negara-negara di semenanjung Afrika menggunakan kelor untuk memerangi gizi buruk yang sangat tinggi di benua hitam tersebut. Program penanaman kelor digalakkkan secara intensif melalui lembaga swadaya masyarakat dan lembaga-lembaga pendidikan.

Kelor menjadi solusi luar biasa untuk menjawab mahalnya berbagai kebutuhan hidup. Kebayangkan berapa harga telur, jeruk, susu dan berbagai sumber vitamin yang biasa kita kenal? Dan semua kandungan itu tercukupi hanya dengan konsumsi daun kelor.

3. Program Penanaman Kelor di Indonesia

Penanaman kelor secara intensif sudah dilakukan di berbagai Negara untuk mengatasi kekurangan gizi. Menurut sebagian sumber, kelaparan dan kekurangan gizi di Ethiopia bisa teratasi dengan adanya pohon kelor ini. Kelor juga merupakan tanaman penting di India, Filipina, dan Sudan.

Sementara untuk Indonesia sendiri sudah banyak daerah-daerah yang mulai menggarap potensi ekonomi dan perbaikan gizi dengan menggalakkan penanaman pohon kelor. Banyuwangi misalnya, telah menargetkan akan menjadi eksportir tepung daun kelor. Bahkan, investor dari Jerman telah berminat untuk menjalin kerjasama penenaman kelor di Banyuwangi.

Pemkab Ciamis juga telah mencanangkan penenaman kelor baru-baru ini. Sebagaimana dilansir oleh HarapanRakyat.com. Menyambut baik program Pemkab Ciamis itu, Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) mengembangakn pembibitan pohon kelor. Sedikitnya telah disediakan 10 ribu bibit kelor untuk mensukseskan program tersebut.

Kabuaten Bojonegoro pun tak mau ketinggalan menganjurkan penanaman pohon kelor sebagai solusi perbaikan gizi di kabupaten tersebut. Seperti dilansir teras jatim, Bupati Bojonegoro, Suyoto, menganjurkan masyarakat untuk menanam pohon kelor.

4. Sisi Magis Tanaman Kelor

Bagi orang Jawa, selain sebagai sayuran, tanaman kelor mempunyai sisi magis yang sangat penting. Bahkan, tanaman ini lebih identik dan menonjol sisi magisnya ketimbang sisi gizi dan kandungan lain yang baru terkuak akhir-akhir ini.

Daun kelor sejak dulu telah dipakai untuk melunturkan ilmu hitam, susuk dan tolak sihir atau santet. Dalam beberapa kasus bahkan daun kelor merupakan benda kelemahan untuk ilmu kebal. Ini bukanlah takhayul belaka, karena pemanfaatan dengan tujuan tersebut memang banyak yang berhasil.

Orang yang sekarat terlalu lama segera meninggal tenang setelah ilmu hitamnya dilunturkan dengan daun kelor. Susuk dan benda yang dimasukkan secara gaib dalam tubuh juga luntur dengan daun kelor. Maling yang tertangkap tapi kebal senjata, langsung tak berdaya setelah dipukul dengan daun kelor.

5. Contoh Resep Kelor

Selain sebagai solusi perbaikan gizi dan peningkatan kesehatan, kelor juga digunakan untuk bahan ramuan atau obat herbal. Berikut ini contoh resep berbahan kelor.

Untuk mengatasi alergi, gunakan tiga gagang daun kelor, Adas Pulasari secukupnya, ditambah satu siung bawang merah, lalu ditambahkan dengan air sebanyak tiga gelas. Rebus semua bahan sampai air mendidih dan sisa kira-kira dua gelas, lalu disaring dan minum setiap hari secara rutin.

Untuk Herpes, kurap dan luka bernanah, gunakan tujuh gagang daun kelor. Tumbuk sampai halus lalu tempelkan pada bagian yang sakit.

Untuk mengobati sakit mata, tiga gagang daun kelor ditumbuk hingga halus dan ditambahkan air satu gelas, lalu di aduk rata. Diamkan sampai mengendap ampasnya. Gunakanlah airnya untuk tetes mata.

Daun kelor juga berguna untuk mengobati rematik, pegal linu, nyeri. Ambil dua gagang daun kelor, kapur sirih setengah sendok makan, lalu tumbuk sampai halus keua bahan tersebut. Setelah halus gosok pada bagian tubuh yang sakit sebagai param.

Untuk mengatasi flek wajah, gunakan beberapa daun yang masih muda, tumbuk sampai sangat halus lalu dipakai untuk bedak. bisa juga tumbukan halus tersebut dicampurkan dengan bedak.

(DATDUT.COM)